Proses produksi pintu dan jendela dari paduan aluminium

pintu dan jendela dari paduan aluminium

Proses produksi pintu dan jendela dari paduan aluminium

Proses produksi pintu dan jendela dari paduan aluminium meliputi persiapan pengecoran, pencetakan ekstrusi, perlakuan panas, perlakuan permukaan.

Persiapan pengecoran
Proses tersebut mencakup langkah-langkah utama seperti pencampuran bahan baku, peleburan, pengecoran, perendaman, dan sebagainya untuk menghasilkan ingot dengan komposisi kimia dan bentuk tertentu.

Bahan baku yang telah disiapkan dilebur menggunakan kompor gas atau kompor listrik.
Lelehan logam yang telah dilebur mengalir melalui tungku statis, saluran, pelat aliran, dan filter menuju kristalisator, kemudian didinginkan dengan air untuk membentuk ingot dengan bentuk tertentu.

Untuk memastikan permukaan ingot tetap halus, digunakan metode pengecoran magnetik atau pengecoran hot top guna melakukan pengecoran multi-mode (multi-kristalisator).
Proses perendaman ingot bertujuan untuk membuat struktur metalurgi pada kondisi cor menjadi homogen serta melarutkan fase penguat utamanya.

Proses perendaman dilakukan di dalam tungku perendaman.
Proses perendaman meningkatkan plastisitas ingot, membantu meningkatkan kecepatan ekstrusi, memperpanjang masa pakai cetakan ekstrusi, serta meningkatkan kualitas permukaan profil hasil ekstrusi.

Ekstrusi
Proses pencetakan ekstrusi dilakukan pada jalur produksi otomatis yang terdiri dari pemanasan ingot, ekstrusi, pendinginan, pelurusan dengan tegangan, pemotongan dengan gergaji, serta proses-proses lainnya.

Peralatan yang terdapat di jalur produksi meliputi tungku pemanas induksi, ekstruder, meja tungku, konveyor bahan, perangkat pengangkat dan pemindah profil, meja pendingin, mesin pelurus tegangan, meja penyimpanan, traktor, mesin gergaji, dan sebagainya.

Suhu pemanasan ingot umumnya diatur pada kisaran 400 ℃ ~ 520 ℃; suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah akan secara langsung memengaruhi proses pencetakan ekstrusi.
Pabrik ekstrusi umumnya menggunakan mesin pres hidrolik aksi tunggal, dengan kapasitas antara 1.200 ton hingga 2.500 ton.

Diameter silinder ekstruder bervariasi sesuai dengan kapasitas ekstruder; semakin besar kapasitas ekstruder, semakin besar pula diameter silinder ekstruder tersebut.

Diameter silinder ekstrusi umumnya berkisar antara 150 mm hingga 300 mm. Suhu kerja alat ekstrusi adalah 360 °C hingga 460 °C, sedangkan kecepatan ekstrusi berkisar antara 20 m/menit hingga 80 m/menit. Alat ekstrusi terutama terdiri dari cetakan.

Cetakan ekstrusi dibedakan menjadi cetakan datar, cetakan terbelah, cetakan lidah, dan cetakan gabungan shunt berdasarkan karakteristik strukturnya. Produksi profil pintu dan jendela dari paduan aluminium menggunakan cetakan datar serbaguna dan cetakan gabungan terbelah.

Meja pengeluaran menerima profil yang diekstrusi dari ekstruder dan memindahkan profil tersebut ke meja kerja pengeluaran.

Meja pengeluaran sebagian besar merupakan model pengangkutan dengan batang horizontal, dan kecepatan pergerakan batang horizontalnya disinkronkan dengan kecepatan ekstrusi.

Bagian pendingin umumnya berjenis walking beam, dan sejumlah besar kipas dipasang di bagian bawahnya untuk memastikan pendinginan profil yang merata, sehingga suhu profil sebelum proses pelurusan berada di bawah 70 ℃.

Mesin pelurus tegangan dilengkapi dengan rahang torsi, yang dapat meregangkan dan meluruskan profil sekaligus melakukan koreksi torsi. Di belakang mesin pelurus tegangan terdapat meja penyimpanan, yang mengalirkan profil ke meja kerja mesin gergaji, dan mesin gergaji tersebut memotong profil sesuai dengan panjang yang telah ditentukan.

Perlakuan panas
Paduan aluminium-magnesium-silikon yang digunakan untuk profil pintu dan jendela aluminium merupakan paduan aluminium yang dapat diperkuat.
Melalui berbagai sistem pendinginan cepat dan penuaan, profil-profil tersebut dapat memperoleh sifat mekanis yang seharusnya.
Profil pintu dan jendela aluminium dipasok oleh RCS; dengan kata lain, perlakuan panasnya berupa pendinginan cepat dan penuaan buatan setelah proses pencetakan pada suhu tinggi.

Perlakuan permukaan
Perawatan permukaan profil pintu dan jendela aluminium umumnya dilakukan dengan proses anodisasi agar permukaan profil tersebut berwarna putih keperakan.
Perawatan permukaan dapat mempercantik tampilan profil serta memperpanjang masa pakai profil pintu dan jendela aluminium.

Alur proses anodisasi: pemuatan → penghilangan lemak → pencucian dengan air → etsa alkali → pencucian dengan air hangat → pencucian dengan air dingin → netralisasi → pencucian dengan air → anodisasi → pencucian dengan air dingin → pencucian dengan air hangat → penyegelan → pengeringan → pembongkaran → pemeriksaan produk jadi → pengemasan Ketebalan lapisan oksida setelah proses anodisasi pada profil pintu dan jendela aluminium tidak kurang dari 10 μm.

Permukaan pintu dan jendela aluminium juga dapat diberi warna. Profil aluminium yang membutuhkan warna lain dapat dihasilkan melalui metode pewarnaan oksidasi alami, metode pewarnaan elektrolitik, dan metode pewarnaan celup.

pintu dan jendela dari paduan aluminium

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.