13 Desember Proses daur ulang aluminium
Proses daur ulang aluminium
Mengapa Aluminium Harus Didaur Ulang: Aluminium dapat didaur ulang sepenuhnya dan tidak mengalami penurunan sifat maupun kualitas selama proses daur ulang. Daur ulang aluminium juga hanya menggunakan 5% dari energi yang diperlukan untuk memproduksi aluminium baru dan hanya menghasilkan 5% dari emisi gas rumah kaca. Karena alasan inilah, sekitar 75% dari total aluminium yang pernah diproduksi masih digunakan hingga saat ini melalui proses daur ulang.
Metode Daur Ulang: Daur ulang aluminium adalah proses di mana limbah aluminium dapat digunakan kembali dalam produk-produk setelah proses produksi awalnya. Proses ini hanya melibatkan peleburan ulang logam tersebut, yang jauh lebih murah dan lebih hemat energi dibandingkan dengan memproduksi aluminium baru dari bijih bauksit.
Keberhasilan Daur Ulang Aluminium: Produksi aluminium telah berlangsung selama lebih dari satu abad dan masih terus berkembang pesat. Salah satu faktor kunci keberhasilan aluminium adalah kemampuannya untuk didaur ulang. Bahkan, daur ulang telah terbukti sangat berharga—baik secara ekonomi maupun ekologis—sehingga pemulihan dan daur ulang telah menjadi industri tersendiri, dan merupakan industri yang sangat sukses.
Meskipun kaleng minuman bekas (UBC) merupakan bagian yang paling menonjol dalam kisah daur ulang aluminium, hal itu jauh dari gambaran keseluruhan. Faktanya, daur ulang UBC biasanya hanya mencapai kurang dari 30 persen dari total tonase produk aluminium konsumen yang didaur ulang.
Pertumbuhan pasar aluminium daur ulang sebagian besar disebabkan oleh faktor ekonomi. Saat ini, “Daur Ulang Aluminium” lebih murah, lebih cepat, dan lebih hemat energi, serta mampu mencapai tingkat pemulihan aluminium yang lebih tinggi daripada sebelumnya. Selain itu, untuk menghasilkan jumlah ingot tertentu, aluminium daur ulang hanya membutuhkan sekitar 10 persen dari modal peralatan dibandingkan dengan aluminium primer.
Proses Daur Ulang Aluminium
Proses daur ulang aluminium memiliki langkah-langkah utama yang cukup sederhana. Daur ulang kaleng aluminium (UBC), misalnya, merupakan proses siklus tertutup, yang berarti produk baru yang dihasilkan pada akhir proses daur ulang tersebut sama dengan produk asalnya. Prosesnya berlangsung sebagai berikut:
Konsumen membuang kaleng minuman aluminium dan kertas aluminium ke dalam tempat sampah daur ulang.
Semua kaleng minuman bekas (UBC) dikemas dalam bal dan dibentuk menjadi bentuk serta ukuran yang ringkas untuk memudahkan proses logistik.
Di instalasi pengolahan, aluminium tersebut disortir dan dibersihkan agar siap untuk diproses kembali
Kaleng-kaleng tersebut dihancurkan menjadi potongan-potongan kecil dan dimasukkan ke dalam Mesin Pengering Decoater untuk menghilangkan lapisan cat yang menempel pada permukaan potongan logam UBC.
Kemudian, bahan tersebut menjalani proses peleburan ulang dan berubah menjadi logam aluminium cair.
Logam cair dari tungku tersebut dicetak dan didinginkan menjadi ingot berbentuk persegi panjang atau jenis ingot lainnya.
Batang-batang logam tersebut dikirim ke tahap proses selanjutnya atau diratakan menjadi lembaran tipis, yang kemudian digunakan untuk membuat kaleng baru.














No Comments