12 April Proses Operasi Pemurnian Aluminium Cair
Proses Operasi Pemurnian Aluminium Cair
1. Tujuan dan ruang lingkup: Produksi aluminium cair melalui penghilangan hidrogen, filtrasi secara berkelanjutan, serta penghilangan kotoran dan hidrogen di dalam aluminium cair, guna memastikan bahwa kualitas ingot datar memenuhi persyaratan.
2, operator: pabrik pengecoran
3, penggunaan alat-alat: kotak terak kecil, sekop terak, pelat saring keramik, rotor grafit, alat penyumbat, dan sebagainya.
4. Gunakan gas: N₂, Ar, atau Cl₂
5, persiapan untuk mengerjakan pekerjaan rumah
5.1 Siapkan semua jenis peralatan dan periksa apakah nilai tekanan berbagai gas sudah normal serta apakah sistem pipa mengalami kebocoran. 5.2 Pastikan rotor grafit dalam kondisi baik dan pelat filter keramik terpasang dengan benar.
5.3 Periksa apakah baffle dalam kondisi baik. Jika baffle rusak, segera ganti; letakkan baffle di dalam sel aliran sesuai dengan suhu produksi.
5.4 Periksa sistem hidraulik tangki penghilang udara dan pastikan sistem pengangkat berfungsi normal.
5.5 Panaskan terlebih dahulu semua jenis peralatan, tangki aliran, dan tangki terak, serta pastikan bahwa tangki terak telah ditempatkan dengan benar.
5.6 Pastikan suhu cairan aluminium dan suhu pemanas memenuhi persyaratan.
6. proses penghilangan gas secara daring
6.1 Atur tungku penampung agar miring, sehingga cairan aluminium di tangki aliran dapat mengalir dengan lancar ke dalam tungku dehidrogenasi, dan pada saat yang sama, tutup wol asbes di saluran keluar aluminium tangki penghilang udara dibuka.
6.2 Atur tekanan N₂ atau Ar menjadi 0,6 MPa, dan laju aliran masing-masing rotor adalah 4 m³/jam.
6.3 Buka katup pengatur klorin, atur tekanannya menjadi 0,3 MPa, dan laju alirannya menjadi 0,04 m³/jam, sehingga Cl₂ dapat masuk dengan lancar ke aliran udara utama.
6.4 Selama proses pengecoran, penggunaan pemanas ditentukan berdasarkan suhu aluminium cair di dalam tangki penghilang gas.
6.5 Setelah cairan aluminium dituang, saluran keluar aluminium pada tangki penghilang udara ditutup dengan asbes, sekat tengah dibuka, dan saluran pembuangan dibersihkan pada saat yang sama.
6.6 Tutup katup klorin dan gunakan gas Ar selama periode penahanan untuk menyesuaikan laju aliran menjadi 1 m³/jam per rotor.
6.7 Pastikan pemanas di dalam kotak degassing berfungsi dengan baik selama periode pemeliharaan suhu.
6.8 Apabila perlu mengganti rotor grafit, mengganti paduan, atau menghentikan tungku, maka perlu dilakukan operasi pengangkatan aluminium dan terak. 6.8.1 Tutup berbagai katup gas, hentikan putaran rotor grafit, dan matikan pemanas.
6.8.2 Angkat tutup kotak degassing rotor tunggal menggunakan hoist listrik, lalu putar 900 sambil membersihkan rotor grafit dan terak aluminium pada pemanas.
6.8.3 Buka kotak degassing Evans dan letakkan corong aluminium, nyalakan silinder hidrolik, miringkan kotak tersebut, lalu tuangkan cairan aluminium ke dalam tangki terak. 6.8.4 Bersihkan terak aluminium di dalam tangki menggunakan alat pembersih terak.
6.8.5 Nyalakan silinder hidrolik, atur ulang panel kontrol, tutup penutup tungku, dan tiup gasket tiup pada tangki.
6.8.6 Pasang sumbat pada colokan untuk menutup lubang aluminium dan kunci perangkat pengunci.
7. perangkat penyaring daring operasi
7.1 Ketika cairan aluminium mencapai ketinggian pengisian pelat saringan keramik yang telah ditentukan, probe pada sekat akan mengirimkan sinyal untuk mengangkat sekat tersebut sehingga cairan aluminium mengalir secara stabil ke dalam pelat saringan keramik, dan pada saat yang sama membuka penutup asbes di saluran keluar kotak penyaring cairan aluminium.
7.2 Pastikan bahwa suhu cairan aluminium dan pemanas berfungsi dengan baik.
7.3 Setelah proses pengecoran selesai, turunkan sekat pneumatik dan tutup saluran keluar tangki filter aluminium cair dengan katup saluran, serta pastikan pemanas berfungsi normal dan jaga suhu aluminium cair.
7.4 Bersihkan saluran.
7.5 Jika Anda ingin mematikan tungku atau mengganti pelat filter keramik atau mengganti paduan logam, Anda perlu melakukan operasi pembersihan aluminium dan terak. 7.5.1 Matikan pemanas dan angkat penutup atas kotak filter.
7.5.2 Bersihkan pelat filter keramik yang rusak.
7.5.3 Buka saluran keluar aluminium pada substrat di dalam kotak penyaring cairan aluminium, keluarkan cairan aluminium tersebut, dan bersihkan sisa-sisa aluminium di dalam kabinet.
7.5.4 Pasang sumbat silikat aluminium pada sumbat tersebut untuk menutup lapisan aluminium kotak filter, lalu tutup perangkat pengunci.
7.5.5 Letakkan dua pelat saringan keramik di dalam kotak, lalu tutup dengan penutup atas. Pemanas dinyalakan dan dipanaskan selama 30 menit sebelum proses produksi dimulai.
8, hal-hal yang perlu diperhatikan
8.1 Selama masa isolasi, pastikan bahwa pemanas deaerator dan pemanas filter keramik berfungsi dengan baik.
8.2 Periksa aliran dan tekanan gas klorin, serta buang gas tersebut tepat waktu.
8.3 Panaskan terlebih dahulu alat-alat tersebut.
8.4 Sebelum membuka tangki klorin, kelembapan apa pun harus dihilangkan untuk membatasi korosi pada pipa dan instrumen.
8.5 Segel apa pun yang telah dilepas harus diganti.
8.6 Dalam keadaan apa pun, sirkuit udara tidak boleh dioperasikan dalam kondisi bertekanan.















No Comments