14 Februari Proses Penghilangan Gas
Proses Penghilangan Gas
Hidrogen masuk akibat adanya kelembapan. Kelebihan hidrogen berdampak negatif terhadap sifat mekanis aluminium jadi karena menyebabkan porositas dan penyusutan secara keseluruhan. Sangat penting untuk menghilangkan kelebihan hidrogen selama proses peleburan dan penuangan.
Penambahan gas inert seperti argon atau nitrogen ke dalam logam cair dapat digunakan untuk menghilangkan hidrogen.
Saat gelembung gas inert bergerak ke atas melalui aluminium cair, hidrogen berdifusi ke dalam gelembung gas inert tersebut dan pada dasarnya menghilang.
Sistem penghilangan gas konvensional membatasi proses pencampuran, terutama di bagian bawah, di mana diperlukan kecepatan yang lebih tinggi sehingga menimbulkan turbulensi permukaan yang lebih besar.
Gelembung-gelembungnya lebih besar dan proses pelepasan gas membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Para pengolah logam menginginkan pemotongan dan dispersi gelembung yang lebih baik, waktu retensi gelembung yang lebih lama dalam logam, sirkulasi logam cair yang menyeluruh, rotor yang tidak mudah tersumbat, serta ketahanan yang lebih baik terhadap guncangan termal. Selain itu, mereka juga lebih memilih untuk menggunakan gas inert dalam jumlah yang lebih sedikit dalam proses tersebut.
Proses Penghilangan Gas
Sebelum menggunakan aluminium cair untuk pengecoran, gas hidrogen harus dihilangkan dari cairan aluminium tersebut guna mencegah terbentuknya gelembung pada komponen aluminium hasil cor.
Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan rotor yang berputar di dalam cairan aluminium dan mengalirkan gas Argon melalui poros untuk membersihkan cairan aluminium tersebut.
Poros dan roda rotor menunjukkan ketahanan yang luar biasa terhadap keausan dan oksidasi dibandingkan dengan rotor grafit.
Komponen-komponen tersebut menjamin efisiensi penghilangan hidrogen yang tinggi dan stabil serta memiliki masa pakai yang panjang.
Ketahanan yang sangat baik terhadap guncangan termal serta desain impeler yang unik memungkinkan alat ini dimasukkan ke dalam dan dikeluarkan dari aluminium cair tanpa perlu dipanaskan terlebih dahulu.
Desain asli roda rotor TKR menghasilkan kemampuan dispersi gas yang tinggi dan membuat efisiensi penghilangan hidrogen menjadi lebih unggul.
Poros rotor dan roda-rodanya cocok untuk sistem degassing baik tipe in-line maupun batch.
Proses Penghilangan Gas – Adtech UNIT DEGASSING ONLINE
Pengolahan gas pembersih pada logam cair, di mana sebuah injektor yang terendam dalam logam cair berputar dan gas pembersih (biasanya gas inert) didistribusikan ke dalam logam cair dalam bentuk gelembung-gelembung kecil. Degassing rotari atau degassing impeller terutama digunakan untuk pemurnian dan penghilangan hidrogen dari logam cair aluminium (lihat Kelarutan hidrogen).
Perangkat degassing rotari (perangkat impeller) cocok untuk proses penghilangan gas di dalam cawan peleburan atau di dalam wadah tuang antara tungku dan lokasi pengecoran; sebuah perangkat degassing rotari. Perangkat ini ditempatkan di atas wadah peleburan atau wadah pengolahan, atau jika dirancang sebagai perangkat berdiri bebas, rotornya dimasukkan ke dalam wadah penampung di bawahnya (stasiun impeler). Melalui poros berlubang vertikal dan rotor di ujung bawah poros, gas penghilang terhembus ke dalam lelehan dan – tidak seperti pada degassing dengan lance – didistribusikan dalam gelembung-gelembung yang sangat kecil. Gelembung-gelembung halus tersebut tercampur secara intensif dengan lelehan berkat putaran impeller. Rotor yang dirancang khusus memastikan distribusi yang merata. Rotor dan poros biasanya terbuat dari grafit. Contoh poros dan kepala rotor.
Semakin kecil dan semakin sering gelembung penghilang gas tersebut muncul, semakin baik pula proses penghilangan gas pada lelehan serta pembebasannya dari kotoran (terutama yang bersifat oksida). Video 1 menunjukkan pembentukan gelembung-gelembung halus dalam uji coba di air. Pada saat yang sama, cairan logam juga dihomogenisasi. Hal ini berarti bahwa perangkat penghilang gas rotari tidak hanya berfungsi untuk proses penghilangan gas, tetapi juga—jika dioperasikan dengan benar—untuk menghilangkan oksida yang menempel di permukaan dengan bantuan pelat penghalang (pedang).
Semua gas pengolahan standar cocok digunakan sebagai gas pembersih atau gas pemurnian. Proses degassing rotari biasanya dilakukan dengan menggunakan gas inert yang sesuai untuk lelehan yang bersangkutan, misalnya nitrogen atau argon untuk lelehan aluminium. Dalam beberapa kasus, gas inert pembersih tersebut juga dicampur dengan konsentrasi rendah (<2,5%)














No Comments