Proses Penghilangan Gas pada Aluminium

Proses Penghilangan Gas pada Aluminium

Proses Penghilangan Gas pada Aluminium

Proses Penghilangan Gas pada Aluminium

Proses Penghilangan Gas pada Aluminium—Definisi Pemurnian Cairan Aluminium
Dalam beberapa dekade terakhir, industri metalurgi telah menerapkan langkah-langkah pemurnian untuk meningkatkan kualitas cairan logam. Yang dimaksud dengan pemurnian ini adalah proses penambahan klorin, gas inert, atau garam klorin tertentu ke dalam cairan logam guna menghilangkan gas, inklusi, dan logam alkali dari paduan aluminium.
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern, telah muncul banyak metode baru untuk pemurnian logam cair paduan aluminium. Cakupan metode-metode ini telah melampaui makna istilah “refining”. Oleh karena itu, ilmu pengetahuan dan teknologi modern memperkenalkan konsep “pemurnian logam cair”.
Pemurnian cairan logam adalah proses penghilangan gas, inklusi, dan unsur-unsur berbahaya dalam cairan paduan aluminium dengan memanfaatkan prinsip-prinsip fisika dan kimia tertentu serta langkah-langkah teknologi yang sesuai, termasuk pemurnian di dalam tungku, pemurnian, dan penyaringan di luar tungku.

Persyaratan untuk Proses Penghilangan Gas pada Aluminium dan paduan aluminium bervariasi sesuai dengan kegunaan bahan-bahan tersebut.
Secara umum, untuk produk biasa, kandungan hidrogen harus dijaga agar tetap di bawah 0,15–0,2 mL/(100 g Al), dan ukuran partikel tunggal inklusi non-logam harus kurang dari 1 μm; sedangkan untuk bahan penerbangan khusus, kandungan hidrogen pada foil “double zero” harus dikendalikan. Di bawah 0,1 mL/(100 gAl), ukuran partikel tunggal inklusi non-logam harus kurang dari 5 μm. Tentu saja, kandungan hidrogen yang diukur akan bervariasi tergantung pada metode pendeteksiannya. Inklusi non-logam umumnya dideteksi secara kualitatif melalui pemeriksaan ingot dengan perbesaran rendah dan pengujian ultrasonik pada aluminium, atau dideteksi secara kuantitatif menggunakan alat pengukur terak.
Hal ini disebabkan karena cairan aluminium dan aluminium oksida tidak saling membasahi. Keduanya mengikuti hubungan energi permukaan termodinamika, sehingga inklusi A1203 dalam cairan aluminium dapat teradsorpsi pada permukaan agen pemurnian dan dihilangkan.

Proses Penghilangan Gas pada Aluminium

Proses Penghilangan Gas pada Aluminium—Prinsip Penyaringan dan Penghilangan Terak
Karena tidak ada satu pun dari metode di atas yang mampu memisahkan inklusi teroksidasi dalam cairan logam dengan cukup bersih—hal yang sering kali berdampak negatif terhadap kualitas bahan aluminium yang diolah—maka belakangan ini metode penyaringan dan penghilangan terak telah diterapkan, dan hasil yang memuaskan telah dicapai.
Proses filtrasi dan penghilangan terak secara umum dibagi menjadi penghilangan terak secara mekanis dan penghilangan terak secara fisiko-kimia. Fungsi penghilangan terak secara mekanis terutama bergantung pada aksi penyumbatan media filter, gesekan, atau tekanan fluida untuk menyebabkan kotoran mengendap dan tersumbat, sehingga memurnikan cairan logam.
Mekanisme fisiko-kimia yang terjadi terutama berupa adsorpsi pada permukaan medium dan pengaruh gaya van der Waals, terlepas dari perannya.
Ketika logam cair melewati lapisan media filter dengan ketebalan tertentu, kotoran akan lebih mudah dipisahkan akibat perubahan laju aliran, benturan, atau aliran balik. Secara umum, semakin kecil celah pada media filter, semakin tebal lapisannya, semakin rendah laju aliran logam cair, dan semakin baik pula hasil penyaringannya.

TEKNOLOGI DEGASSING ALUMINIUM DENGAN METODE ROTARI DARI TIONGKOK

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.