11 Juli Filter Keramik Berporositas Tinggi
Filter Keramik Berporositas Tinggi
Filter Keramik Berporositas Tinggi dapat secara efektif menghilangkan inklusi berukuran besar dalam cairan aluminium serta menyerap partikel inklusi halus berukuran mikron untuk meningkatkan kualitas permukaan, meningkatkan kinerja produk, memperbaiki struktur mikro, dan meningkatkan hasil produksi. Filter ini banyak digunakan dalam bidang produksi profil aluminium, foil aluminium, dan paduan aluminium.
Filter Keramik Berporositas Tinggi
Porositas adalah persentase volume total rongga pada produk pelat filter terhadap volume total produk pelat filter tersebut. Porositas menentukan kapasitas filtrasi pelat filter keramik busa per satuan volume. Semakin besar porositasnya, semakin besar laju aliran filtrasi pelat filter tersebut, dan semakin tinggi pula kapasitas filtrasinya.
Proses Pembuatan Filter Keramik Berporositas Tinggi
Yang Filter Busa Keramik Menggunakan struktur jaringan tiga dimensi dan spons busa organik yang terhubung dengan pori-pori sebagai media pembawa, kemudian media tersebut direndam ke dalam bubur keramik khusus yang memiliki sifat tiksotropik, serta menerapkan proses ekstrusi gulungan khusus untuk mengaplikasikan bubur keramik tersebut secara merata ke kerangka media pembawa. Selanjutnya, media tersebut dikeringkan dan dipadatkan, lalu dibakar pada suhu tinggi.
sales@adtechamm.com
Saat ini terdapat dua metode utama untuk Filter Keramik Berporositas Tinggi
Salah satunya adalah menghitung volume lubang pada pelat saringan berdasarkan hukum Archimedes, yaitu dengan menyuntikkan air ke dalam gelas kimia yang dilengkapi pipa luapan hingga air mengalir keluar dari pipa luapan tersebut, dan pengukuran dilakukan saat air tidak lagi mengalir keluar. Semua sampel ditempatkan dengan hati-hati ke dalam air, kemudian air mengalir keluar melalui pipa luapan, dan volume air pada bagian ini diukur. Volume air yang meluap dikurangkan dari volume fisik pelat saring, yang merupakan volume total lubang-lubang pada pelat saring.
Metode lain adalah dengan menentukan secara terpisah kepadatan sebenarnya dan kepadatan volume sampel yang akan diuji, kemudian menghitung porositas sampel tersebut berdasarkan rumus berikut.
Kedua metode ini masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Cara kerjanya sederhana dan praktis, serta kecepatan pendeteksiannya tinggi, namun kelemahan fatalnya terletak pada karakteristik penyerapan air dari bahan pelat filter itu sendiri, sehingga volume air yang dikeluarkan lebih kecil daripada volume sebenarnya. Hal ini menyebabkan data yang diukur menjadi terlalu kecil.
Meskipun proses pengujian pada metode kedua lebih rumit, pengaruh penyerapan air oleh bahan pelat saring dapat dikesampingkan selama pengujian, dan data yang diperoleh relatif akurat.
Dalam standar ini, indeks porositas ditetapkan lebih besar dari 84%.
Cara Menggunakan Filter Keramik Berporositas Tinggi
1. Bersihkan kotak filter.
2. Masukkan pelat filter ke dalam kotak filter dengan hati-hati, lalu tekan segel karet di sekeliling pelat filter menggunakan tangan untuk mencegah cairan aluminium mengalir.
3. Panaskan kotak filter dan pelat filter secara merata hingga suhunya mendekati suhu aluminium cair. Pemanasan awal ini dilakukan untuk menghilangkan kelembapan dan memperlancar proses filtrasi awal. Pemanasan awal dapat dilakukan dengan menggunakan pemanas listrik atau gas. Dalam kondisi normal, proses ini memakan waktu sekitar 15–30 menit.
4. Perhatikan perubahan ketinggian hidraulik aluminium selama proses pengecoran. Ketinggian awal yang normal adalah 100–150 mm. Ketika cairan aluminium mulai mengalir, ketinggian hidraulik akan turun di bawah 75–100 mm, kemudian ketinggian hidraulik akan perlahan-lahan meningkat.
5. Selama proses penyaringan normal, hindari mengetuk atau menggetarkan pelat saringan. Pada saat yang sama, saluran pembuangan harus diisi dengan cairan aluminium untuk menghindari gangguan yang berlebihan pada cairan aluminium tersebut.
6. Setelah proses penyaringan selesai, segera lepaskan pelat saring dan bersihkan kotak saring.













Sorry, the comment form is closed at this time.