14 Agustus Filter untuk Pengecoran Aluminium
Filter dalam proses produksi pengecoran aluminium
Filter yang digunakan di pabrik pengecoran aluminium menggunakan busa poliuretan sebagai media pembawa, yang direndam dalam campuran bubur yang terdiri dari bubuk keramik, pengikat, bahan pembantu sintering, agen suspensi, dan sebagainya, kemudian kelebihan campuran bubur tersebut dibuang melalui proses ekstrusi agar campuran bubur keramik melapisi rangka media pembawa secara merata sehingga membentuk benda mentah. Benda mentah tersebut kemudian dikeringkan dan disinter pada suhu tinggi.
Proses ini juga dikenal sebagai metode impregnasi busa organik, yang merupakan proses produksi yang relatif sudah matang di negara saya.
Filter busa keramik alumina diklasifikasikan berdasarkan diameter pori yang berbeda-beda, seperti 10PPi, 15PPi, 20PPi, 30PPi, dan seterusnya. Pembagian ukuran pori pada busa tersebut berbeda dengan klasifikasi ukuran pori produk.
Secara umum, semakin besar nilai PPi, semakin kecil ukuran pori yang bersangkutan, dan semakin kecil pula inklusi yang tersisa setelah filtrasi.
Proses pembentukan di Filter Foundry
Pemilihan formula harus memastikan konsistensi dan kelancaran bubur yang optimal agar produk dapat diberi ukuran secara merata selama proses pengukuran ukuran sehingga mencapai berat ukuran yang ditentukan.
Hal ini merupakan syarat mutlak untuk memastikan kekuatan produk dan tingkat keberhasilan lubang tembus memenuhi standar. Konsistensinya disesuaikan berdasarkan berat jenis dan kinerja lumpur.
Proses modifikasi spons
Modifikasi spons dilakukan sebagai persiapan untuk proses pelapisan guna meningkatkan kinerja pelapisan pada spons dan memastikan pelapisan tersebut merata.
Proses pelapisan dengan perendaman
Produk spons kering yang telah dimodifikasi dilapisi secara merata ke dalam adonan mentah melalui campuran yang telah disesuaikan pada mesin roller press.
Untuk produk spons dengan ukuran pori yang berbeda-beda, perlu digunakan konsentrasi bubur yang berbeda-beda dalam proses pelapisan; jika tidak, efek pelapisan tidak akan tercapai.
Proses pengeringan
Proses pengeringan ini terutama bertujuan untuk menghilangkan air dari produk setengah jadi yang telah diberi bahan pengikat, yang kadar airnya umumnya dikendalikan agar tetap di bawah 1,0%.
Untuk produk dengan spesifikasi yang lebih besar, diperlukan pengendalian lingkungan pengeringan, seperti suhu, kelembapan, dan sebagainya, guna mencegah terjadinya deformasi akibat pengeringan serta cacat retak.
Proses pengapian
Proses pembakaran merupakan tahap terakhir dalam proses produksi. Karena adanya penyempurnaan formulasi dan pertimbangan biaya produksi, sebagian besar perusahaan yang memproduksi keramik busa SiC tidak memerlukan perlindungan atmosfer, dan suhu pembakarannya umumnya berkisar antara 1350 hingga 1450°C.
Proses pemeriksaan kualitas di pabrik pengecoran aluminium
Karena struktur keramik busa yang berpori, hasil pembakaran tersebut lebih atau kurang berupa terak.
Bagi pabrik pengecoran, selain mempertimbangkan kekuatan dari Filter Foundry dan pada layar, fenomena tetesan terak juga menjadi isu hangat yang paling mereka khawatirkan.
Karena filter itu sendiri digunakan untuk menyaring inklusi, tetesan terak yang dihasilkannya justru akan menimbulkan efek sebaliknya, sehingga mengakibatkan limbah pengecoran.
Oleh karena itu, dalam proses pemeriksaan kualitas, selain memeriksa penampilan dan kualitas bagian dalam, pembersihan terak juga perlu dilakukan.














Sorry, the comment form is closed at this time.