Proses Pengolahan Aluminium

Proses Pengolahan Aluminium

Proses Pengolahan Aluminium

Proses Pemurnian Aluminium melakukan penghilangan terak melalui adsorpsi, pelarutan, dan reaksi kimia antara bahan pelebur dan inklusi terak. Metode ini memiliki efektivitas yang baik dalam menghilangkan terak, diikuti oleh efek dehidrogenasi.
Efek pemurnian pada lelehan paduan aluminium merupakan faktor utama yang memengaruhi produksi ingot berkualitas tinggi, sekaligus merupakan cara utama untuk meningkatkan kinerja menyeluruh paduan aluminium. Saat ini, negara ini menganjurkan pencampuran langsung ingot paduan aluminium dengan cairan aluminium elektrolitik. Hal ini dilakukan agar kandungan gas terlarut dan natrium tak larut dapat memenuhi persyaratan akhir berbagai produk, sehingga pemurnian logam cair paduan aluminium Proses ini sangat penting, baik di dalam maupun di luar tungku.

Proses Pengolahan Aluminium

Proses pemurnian dengan tungku umumnya menggunakan pelarut berbentuk bubuk klorida, fluorida, dan karbonat yang dilindungi oleh bahan pelapis serta metode pemurnian dengan hembusan udara.
Prinsipnya adalah mengalirkan gas inert atau gas aktif yang tidak larut dalam cairan aluminium ke dalam cairan aluminium tersebut, atau menambahkan garam klorida.
Akibatnya, terbentuklah sejumlah besar gelembung dalam lelehan aluminium. Karena tekanan parsial hidrogen di dalam gelembung tersebut nol, hidrogen yang terlarut dalam lelehan aluminium akan terus berdifusi ke dalam gelembung sesuai dengan proses kinetika tertentu, dan gelembung-gelembung tersebut akan naik ke permukaan bersama hidrogen.

Flux ini memiliki kemampuan pembentukan terak yang tinggi, sehingga efek pemurnian melalui penghilangan terak pun baik. Kemampuan flux untuk menyerap, melarutkan, dan menggabungkan diri untuk membentuk terak berkaitan dengan sifat struktural dan titik lelehnya.

Pengaruh proses pemurnian dan pembentukan terak berkaitan dengan suhu pemurnian dan jenis bahan pelebur yang digunakan, serta waktu pemurnian dan waktu diam setelahnya.
Secara umum, waktu pemurnian yang lama dapat meningkatkan efektivitas pemurnian, namun seiring bertambahnya waktu, efektivitas pemurnian selanjutnya akan semakin melemah, dan tingkat oksidasi lelehan akan terus meningkat. Oleh karena itu, dalam praktik produksi, perlu ditentukan waktu diam pemurnian yang tepat.

Dalam Proses Pemurnian Aluminium, terdapat banyak cara untuk memperoleh hasil pemurnian yang lebih optimal. Kombinasi metode, pemilihan fluks yang tepat, waktu pemurnian yang sesuai, dan suhu pemurnian harus mempertimbangkan baik efek penghilangan terak maupun penghilangan gas.

No Comments

Post A Comment