Proses Pembuatan Filter Busa Keramik

Filter Busa Keramik

Proses Pembuatan Filter Busa Keramik

Proses Pembuatan Filter Busa Keramik

Filter busa keramik diproduksi dengan beberapa cara yang berbeda. Metode spons polimer menghasilkan struktur sel terbuka dengan cara meresapkan bubur keramik ke dalam spons polimer, yang kemudian dibakar hingga habis sehingga menghasilkan sebuahfilter keramik berpori.Untuk membuat struktur sarang lebah atau seluler, digunakan metode pembentukan plastik yang disebut ekstrusi, di mana campuran bubuk keramik dan bahan tambahan dipaksa melewati cetakan berbentuk tertentu (seperti adonan mainan).
(AdTech Metallurgical Materials Co., Ltd. adalah produsen dan pemasok filter busa keramik di Tiongkok, yang berfokus pada Filter Busa Keramik Teknologi untuk Pabrik Pengecoran Aluminium, salah satunya adalah Filter Busa Keramik Alumina untuk Aluminium. Adtech telah memproduksi filter keramik berpori sejak tahun 2012)

Terdapat beberapa metode yang digunakan untuk membuat Filter Busa Keramik untuk Pengecoran Logam. Metode spons polimer, yang akan dijelaskan lebih rinci di sini, menghasilkan struktur sel terbuka dengan cara meresapkan bubur keramik ke dalam spons polimer, yang kemudian dibakar hingga habis sehingga menghasilkan keramik berpori. Metode pembusaan langsung dapat menghasilkan struktur sel terbuka maupun sel tertutup, dengan struktur busa yang lebih umum digunakan. Dalam metode ini, campuran kimia yang mengandung komponen keramik yang diinginkan dan bahan organik diolah untuk menghasilkan gas. Gelembung kemudian terbentuk di dalam bahan tersebut, sehingga menyebabkan bahan tersebut berbusa. Bahan keramik berpori yang dihasilkan kemudian dikeringkan dan dibakar. Untuk struktur sarang lebah atau seluler, digunakan metode pembentukan plastik yang disebut ekstrusi, di mana campuran bubuk keramik ditambah bahan tambahan dipaksa melalui cetakan berbentuk (seperti adonan mainan). Struktur seluler juga dapat dihasilkan menggunakan metode pengepresan.

Memilih spons

1 Pertama, harus dipilih spons polimer dengan sifat-sifat yang sesuai. Ukuran pori spons menentukan ukuran pori keramik akhir setelah proses pembakaran. Spons tersebut juga harus mampu kembali ke bentuk aslinya dan berubah menjadi gas pada suhu yang lebih rendah daripada suhu yang diperlukan untuk membakar keramik. Polimer yang dapat memenuhi persyaratan ini antara lain poliuretan, selulosa, polivinil klorida, polistiren, dan lateks. Ukuran spons polimer pada umumnya berkisar antara 3,94–39,4 in (10–100 cm) untuk lebar dan 0,394–3,94 in (1–10 cm) untuk ketebalan.

Proses Pembuatan Filter Busa Keramik

Proses Pembuatan Filter Busa Keramik

Mempersiapkan bubur

2 Setelah spons dipilih, suspensi dibuat dengan mencampurkan bubuk keramik dan bahan tambahan ke dalam air. Bubuk keramik biasanya terdiri dari partikel berukuran kurang dari 45 mikron. Jumlah air yang digunakan dapat berkisar antara 10–40% dari berat total suspensi.

Mencelupkan spons

3 Sebelum direndam, spons biasanya dikompresi untuk mengeluarkan udara, terkadang dengan menggunakan plunger mekanis beberapa kali. Setelah direndam dalam bubur, spons dibiarkan mengembang dan bubur tersebut mengisi sel-sel yang terbuka. Langkah kompresi/ekspansi ini dapat diulangi untuk mencapai kepadatan yang diinginkan.

Menghilangkan lumpur berlebih

4 Setelah proses infiltrasi, 25–75% slurry harus dikeluarkan dari spons. Hal ini dilakukan dengan menekan spons di antara papan kayu, melalui proses sentrifugasi, atau dengan melewatkannya melalui rol yang telah diatur sebelumnya. Jarak antar rol menentukan jumlah slurry yang dikeluarkan. Terkadang busa yang telah diimpregnasi menjalani tahap pembentukan tambahan karena masih bersifat fleksibel.

Pengeringan

5 Spons yang telah diinfiltrasi kemudian dikeringkan menggunakan salah satu dari beberapa metode—pengeringan udara, pengeringan oven, atau pemanasan microwave. Pengeringan udara memakan waktu antara delapan hingga 24 jam. Pengeringan dengan oven dilakukan pada suhu antara 212–1.292° F (100–700° C) dan selesai dalam waktu 15 menit hingga enam jam.

Membakar spons

6 Diperlukan tahap pemanasan lain untuk menghilangkan senyawa organik dari bubur dan membakar habis spons. Proses ini dilakukan di udara atau atmosfer inert pada suhu antara 662–1.472° F (350–800° C) selama 15 menit hingga enam jam dengan laju pemanasan yang lambat dan terkendali untuk mencegah struktur keramik hancur. Suhu tersebut bergantung pada suhu di mana bahan spons mengalami dekomposisi.

Memanggang keramik

7 Struktur keramik harus dipanaskan hingga suhu antara 1.832–3.092° F (1.000–1.700° C) untuk memadatkan bahan tersebut dengan laju yang terkendali guna menghindari kerusakan. Siklus pembakaran bergantung pada komposisi keramik tertentu dan sifat akhir yang diinginkan. Sebagai contoh, bahan aluminium oksida mungkin memerlukan pembakaran pada suhu 2.462° F (1.350° C) selama lima jam.

2 Comments

Post A Comment