Kebersihan Logam Cair pada Proses Pengecoran Aluminium

Kebersihan Logam Cair pada Proses Pengecoran Aluminium

Kebersihan Logam Cair pada Proses Pengecoran Aluminium

Paduan aluminium memiliki karakteristik berupa berat jenis yang rendah, titik leleh yang rendah, kelarutan gas yang dapat diabaikan kecuali hidrogen, kemampuan pengecoran yang sangat baik, kemudahan pemesinan yang baik, serta ketahanan korosi yang baik. Pengecoran berkualitas premium merupakan syarat mutlak bagi komponen struktural kritis yang digunakan dalam industri otomotif dan penerbangan. Produksi pengecoran semacam itu menuntut agar inklusi dan porositas diminimalkan (atau bahkan dihilangkan) guna menekan pengaruh merugikannya terhadap sifat mekanis, sehingga sifat-sifat tersebut kemudian terutama dikendalikan oleh mikrostruktur pengecoran.

Kebersihan Logam Cair pada Proses Pengecoran Aluminium
Adanya inklusi non-logam yang keras dalam paduan aluminium tidak hanya dapat menurunkan sifat mekanis produk akhir, tetapi juga menimbulkan sejumlah masalah lain yang berkaitan dengan proses pengecoran cetakan, antara lain sebagai berikut:

• penurunan sifat mekanis coran
Baik kekuatan tarik maupun perpanjangan mengalami penurunan drastis seiring dengan meningkatnya kandungan inklusi. Logam murni, secara umum, memiliki sifat-sifat tarik yang tinggi (kekuatan leleh, kekuatan tarik maksimum, persentase perpanjangan).

• kemampuan pemesinan yang buruk dan keausan alat yang tinggi
Beberapa inklusi yang sering ditemukan dalam hasil pengecoran adalah partikel keramik yang rapuh dan sangat keras. Tingkat kekerasan beberapa inklusi tersebut dapat diukur berdasarkan skala Mohs, dengan nilai 10 sebagai patokan untuk berlian. Apabila lelehan paduan dibersihkan melalui penyaringan sebelum proses pengecoran, kemudahan pemesinan akan meningkat secara signifikan

• hilangnya kelancaran dan sifat-sifat yang mendukung proses pemberian makan
Kandungan asing dalam logam cair menyebabkan penurunan kelancaran aliran. Produksi logam cair yang bersih melalui proses filtrasi dapat meningkatkan kelancaran aliran secara signifikan, hingga sebesar 30% pada suhu operasi normal.

• peningkatan porositas gas
Kadar hidrogen terlarut dalam logam cair paduan aluminium merupakan faktor utama yang menyebabkan terbentuknya porositas gas selama proses pembekuan. Batas kelarutan hidrogen dalam aluminium cair cukup tinggi, namun berkurang secara signifikan ketika
Logam mengeras, sehingga menyebabkan terbentuknya porositas gas. Porositas gas setelah proses pengerasannya tidak hanya bergantung pada kandungan hidrogen dalam logam cair, tetapi juga pada kebersihan logam. Oksida berperan sebagai titik inisiasi pembentukan pori, sedangkan hidrida
terurai saat didinginkan sehingga menghasilkan hidrogen terlarut.

• kualitas permukaan yang buruk dan kurangnya kedap tekanan
Cacat pada produk aluminium, seperti lubang jarum pada lembaran tipis dan goresan seperti pisau cukur pada pelat litografis, umumnya disebabkan oleh inklusi. Inklusi dengan diameter efektif berkisar antara 10–20 μm dapat menimbulkan dampak merugikan pada produk aluminium canai, bahkan pada konsentrasi beberapa bagian per juta.

Kebersihan Logam Cair pada Proses Pengecoran Aluminium

ADTECH merupakan salah satu pelopor yang diikuti oleh International Enterprise, yang terus berfokus pada produksi bahan metalurgi.
1. Filter Busa Keramik
2. Unit Penghilang Gas
3. Kotak Filter
4. Seri pengecoran hot-top
5. Nozel pengecoran gulung
6. Seri Flux
7. Bahan Metalurgi Lainnya

No Comments

Post A Comment