10 September Pabrik Pengecoran Filter Alu
Pabrik Pengecoran Filter Alu merupakan jenis baru bahan keramik berpori dengan tingkat porositas 80%-90% serta struktur kerangka jaringan tiga dimensi dan lubang-lubang yang menembus seluruhnya.
Mekanisme penyaringan dan pemurnian di Pabrik Pengecoran Alu Filter
1. Melalui filtrasi mekanis seperti penangkapan melalui tabrakan inersial dan penangkapan melalui difusi, gesekan, sedimentasi, dan sebagainya, efisiensi filtrasi berbanding lurus dengan ukuran pori keramik busa. Semakin kecil ukuran pori, semakin kuat daya penahan partikel-partikel kecil.
2. Seiring dengan pengendapan partikel dalam cairan lelehan dan pengendapan dinding cabang melengkung pada kisi, kapasitas penjerapan partikel fase campuran meningkat seiring dengan bertambahnya lapisan endapan atau efek lapisan kue.
3. Permukaan yang kasar yang terbentuk akibat tidak adanya celah pada permukaan rangka meningkatkan luas antarmuka antara aliran aluminium cair dan partikel padat keramik, sehingga arah aliran partikel dalam aliran aluminium cair menjadi lebih tidak teratur, yang mendukung proses penangkapan dan pengendapan partikel padat. .
4. Karena adanya retakan mikro dan lubang kecil pada permukaan rangka, fluorida yang memiliki afinitas kuat terhadap partikel seperti Al₂O₃ telah diendapkan terlebih dahulu; hal ini mendorong terjadinya efek lapisan pelapis yang sempurna dan adsorpsi kimia yang kuat, serta meningkatkan kemampuan penangkapan partikel heteropolimer sisa.
Selain itu, dari sudut pandang pengaruh medan suhu pada proses peleburan dan proses transportasi logam cair, harus terbentuk perbedaan konsentrasi zat terlarut paduan di bagian bawah, dan logam cair tersebut mengalami proses redistribusi-integrasi-redistribusi-integrasi, yang juga merupakan proses paduan yang baik. Beberapa fase logam dan senyawa dengan titik leleh tinggi bergabung kembali dan tumbuh, serta pengotor kecil-kecil menggumpal dan tumbuh, yang mendukung proses penyaringan dan penangkapan. Hal ini juga dapat dijelaskan oleh perubahan konsentrasi H, Al₂O₃, fase Fe, dan fase Ti sebelum dan sesudah penyaringan. Terutama pada penyaringan dua tahap atau penyaringan pelat tebal dengan gradien pori, hal ini lebih jelas terlihat.
Perusahaan Aluminium Mesir menjelaskan bahwa pengecoran fusi merupakan proses produksi profil aluminium.
Berdasarkan bahan baku dan struktur produk, pemilihan proses pengecoran profil aluminium yang tepat merupakan kunci untuk menjamin kualitas produk, mengurangi konsumsi energi, dan meningkatkan efisiensi produksi. Lalu, bagaimana proses peleburan dan pengecoran profil aluminium tersebut? Mari kita simak bersama.
1. Batangan aluminium: Sebelum proses produksi, sesuai dengan jenis paduan yang berbeda dan tingkat hasil produksi batangan aluminium yang bervariasi, disiapkan batangan aluminium, batangan magnesium, batangan silikon, batangan tembaga, serta bahan-bahan pendukung dalam jumlah yang memadai.
2. Pemuatan tungku: gunakan forklift untuk memuat ingot aluminium, ingot campuran, dan ujung batang ke dalam tungku peleburan.
3. Peleburan: Setelah memasukkan bahan dalam jumlah yang cukup ke dalam tungku, gunakan gas alam untuk memanaskan hingga suhu 700–730 °C, sehingga ingot aluminium akan meleleh menjadi cair.
4. Pemurnian: penambahan berbagai bahan pembantu proses pelapisan untuk menghilangkan kotoran dalam larutan aluminium.
5. Tuangkan aluminium cair: lepaskan sumbat lubang pembuangan di bagian bawah tungku, lalu keluarkan aluminium cair tersebut.
6. ​​Pengecoran: 25–35 detik setelah cairan aluminium mengisi pelat shunt, aliran air pendingin dihidupkan. Kecepatan pengecoran sebesar 70–80% dari kecepatan normal, dan kecepatan tersebut dinaikkan kembali ke kecepatan normal setelah turun sejauh 40–50 mm.
7. Homogenisasi: batang aluminium tersebut menjalani proses homogenisasi sekunder.
8. Batang gergaji: Potong bagian-bagian yang tidak rata pada ujung depan dan belakang batang aluminium tersebut.
9. Masuk ke gudang: Batang-batang aluminium tersebut dikemas menjadi bundel dan disimpan di gudang.
Secara umum, pengecoran profil aluminium adalah proses mengubah aluminium cair menjadi ingot aluminium, batang, atau produk jadi maupun setengah jadi lainnya melalui tahapan pencampuran, pengadukan, penumpukan, pemurnian, dan penghilangan terak. Produksi peleburan dan pengecoran merupakan proses yang sangat penting dalam pembuatan produk aluminium dan paduan aluminium. Kualitas ingot secara langsung memengaruhi hasil, kualitas, dan kinerja produk profil yang dihasilkan selanjutnya.













Sorry, the comment form is closed at this time.