15 Juli Filter Busa Keramik dari Bahan Tahan Api
Filter Busa Keramik dari Bahan Tahan Api
Filter Busa Keramik dari Bahan Tahan Api untuk suhu hingga 1250 °C, digunakan untuk penyaringan larutan aluminium dan paduan logam.
Filter Busa Keramik dari Bahan Tahan Api Untuk memenuhi standar kualitas coran aluminium yang terus meningkat, penggunaan Filter Busa Keramik CFF semakin penting. Filter juga banyak digunakan dalam pengecoran pasir biasa, seperti pengecoran pasang surut, serta pengecoran dengan cetakan permanen, seperti pengecoran komponen aluminium untuk industri otomotif.
Filter Busa Keramik Bahan Tahan Api menggunakan proses filtrasi yang didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan berikut. Di satu sisi, proses filtrasi ini membuat aliran aluminium cair menjadi teratur dan relatif tenang, sementara di sisi lain, terak padat dalam logam cair dapat dihilangkan secara efektif, sehingga kualitas coran pun meningkat dengan cepat.
Filter Busa Keramik dari Bahan Tahan Api secara efektif menghilangkan partikel padat dari logam cair, sehingga paduan aluminium dapat ditempa dengan lancar, diolah menjadi foil aluminium, dan melalui proses ekstrusi untuk menghasilkan produk aluminium yang sempurna.
Produk ini tersedia dalam rentang ukuran pori-pori mulai dari 20 ppi (pori-pori kasar) hingga 60 ppi (pori-pori sangat halus), sehingga selalu ada standar produk yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Baik ukuran standar maupun ukuran khusus yang diminta oleh pelanggan dapat memenuhi persyaratan tersebut.
Porositas Filter Busa Keramik dari Bahan Tahan Api
Porositas adalah persentase volume total rongga pada produk pelat filter terhadap volume total produk pelat filter tersebut.
Porositas menentukan kapasitas filtrasi pelat filter keramik berbahan busa per satuan volume.
Semakin besar porositasnya, semakin besar laju aliran filtrasi pelat filter, dan semakin tinggi kapasitas filtrasinya.
Periksa dan bersihkan permukaan wadah filter, jaga agar tetap bersih dan utuh.
Letakkan filter dengan hati-hati di dalam mangkuk filter, lalu tekan segel karet di sekeliling filter dengan tangan untuk mencegah aluminium cair menyebar atau terapung.
Gunakan pemanasan listrik atau gas untuk memanaskan mangkuk filter dan filter busa keramik secara merata selama 15–30 menit; pastikan suhunya mendekati suhu aluminium cair. Suhu pemanasan awal untuk filter busa keramik harus di atas 260℃. Kapas yang mengembang akan mengencang setelah pemanasan awal. Prosedur ini membuat filter busa keramik terpasang kokoh di dalam aluminium cair. Pemanasan awal juga membuat pori-pori filter busa keramik terbuka dan mencegah penyumbatan yang disebabkan oleh ekspansi dan kontraksi termal.
Perhatikan perubahan ketinggian aluminium cair, dan jaga agar aliran aluminium cair tetap sesuai dengan standar yang ditetapkan. Ketinggian awal aluminium cair yang normal adalah 100–150 mm. Ketinggian tersebut akan turun di bawah 75–100 mm saat aluminium cair mengalir, dan kemudian akan perlahan-lahan meningkat kembali.
Jangan memukul atau mengguncang filter busa keramik selama proses penyaringan. Pada saat yang sama, atur laju aliran aluminium cair di saluran tuang agar tidak terlalu banyak maupun terlalu sedikit.
Keluarkan filter busa keramik dan bersihkan wadah filter segera setelah proses penyaringan selesai.
Saat ini terdapat dua metode utama untuk menentukan porositas.
Salah satunya adalah menghitung volume lubang pada pelat saringan berdasarkan hukum Archimedes, yaitu dengan menyuntikkan air ke dalam gelas kimia yang dilengkapi pipa luapan hingga air mengalir keluar dari pipa luapan tersebut.
Air tersebut akan diuji setelah alirannya berhenti.
Semua sampel dimasukkan dengan hati-hati ke dalam air, kemudian air mengalir keluar melalui tabung luapan, dan volume air di bagian ini diukur.
Volume air limpahan dikurangkan dari volume fisik pelat saring, yang merupakan volume total lubang-lubang pada pelat saring tersebut.
Metode lain adalah dengan menentukan secara terpisah kepadatan sebenarnya dan kepadatan volume sampel yang akan diuji, kemudian menghitung porositas sampel tersebut berdasarkan rumus berikut.
Kedua metode ini masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri.
Cara kerjanya sederhana dan praktis, serta kecepatan pendeteksiannya tinggi, namun kelemahan fatalnya disebabkan oleh karakteristik penyerapan air dari bahan pelat filter itu sendiri, sehingga volume air yang dikeluarkan lebih kecil daripada volume sebenarnya. Hal ini menyebabkan data yang diukur menjadi terlalu kecil.
Meskipun proses pengujian pada metode kedua lebih rumit, pengaruh penyerapan air oleh bahan pelat saring dapat dikesampingkan selama pengujian, dan data yang diperoleh relatif akurat.
Dalam standar ini, indeks porositas ditetapkan lebih besar dari 84%.














Sorry, the comment form is closed at this time.