3 September Produksi Filter Busa Keramik untuk Penyaringan Logam Cair
Produksi Filter Busa Keramik untuk Penyaringan Logam Cair
Penggunaan bahan butiran aluminium oksida dalam sebuah filter busa keramik Seharusnya hal ini tampak sebagai pilihan yang jelas bagi siapa pun yang ahli dalam bidang bahan tahan api yang digunakan untuk menampung aluminium cair dan paduannya. Alumina relatif inert secara kimia dalam aluminium cair dan paduan-paduannya yang umum, termasuk paduan yang mengandung magnesium. Alumina juga banyak digunakan sebagai bahan granular dalam bahan tahan api yang digunakan di tungku, baik untuk peleburan maupun untuk menampung paduan aluminium cair. Selain itu, sebelum munculnya filter busa keramik sekali pakai yang dapat diganti untuk menyaring aluminium cair, filter dengan pengisi alumina lamellar digunakan. Filter dengan pengisi adalah wadah besar yang dipanaskan yang berisi butiran alumina lamellar yang tidak terikat, yang digunakan untuk pengecoran berulang selama beberapa hari atau bahkan beberapa minggu. Waktu paparan logam cair yang lama terhadap bahan agregat yang tidak terikat, seperti pada filter dengan pengisi dan bahan tahan api, mengharuskan penggunaan bahan granular yang inert secara kimiawi seperti aluminium oksida.
Namun, alumina memiliki koefisien muai panas linier yang relatif tinggi (8,0 × 10⁻⁶ / °C), dan bentuk monolitik alumina, seperti filter busa keramik, memiliki ketahanan panas yang rendah akibat tegangan termal tinggi yang ditimbulkan oleh kombinasi gradien termal akibat pemanasan yang tidak merata serta koefisien ekspansi termal yang tinggi. Dalam proses pemanasan awal dan kontak awal dengan logam cair, bahan filter busa keramik dapat retak atau pecah, sehingga bahan filter tersebut masuk ke dalam ingot atau billet, di mana ia menjadi inklusi. Selain itu, ketika filter keramik busa berbasis alumina ditempatkan dalam mangkuk filter selama pemanasan awal dan penggunaan, tegangan tekan melintang yang tinggi dapat timbul akibat koefisien muai panas filter yang tinggi, yang mengakibatkan kerusakan filter selama proses kompresi.
Berikut ini adalah persyaratan untuk bahan yang ideal untuk sebuah filter busa keramik.
1. Ketahanan terhadap suhu tinggi – bahan tersebut tidak boleh retak atau pecah selama proses pemanasan awal atau saat bersentuhan dengan logam cair. Bahan tersebut harus memiliki koefisien muai panas yang rendah untuk meminimalkan tegangan kompresi lateral saat berada di dalam mangkuk filter.
2. Ketahanan terhadap korosi – bahan filter tidak boleh memiliki aktivitas kimia yang signifikan dalam rentang aplikasi yang dimaksud (waktu, suhu, kandungan paduan) dan tidak boleh terkena aluminium cair serta paduan-paduannya yang umum.
3. Kekuatan lentur dan tekan yang memadai.
4. Profitabilitas di sektor manufaktur.
5. Bahan filter setelah digunakan harus aman untuk ditangani dan dibuang.
6. Memiliki kepadatan rendah atau bobot yang ringan, sehingga memudahkan pekerjaan operator jembatan tuang.










Sorry, the comment form is closed at this time.