Filter Busa Keramik Constellium Jepang

Filter Busa Keramik Constellium Jepang

Filter Busa Keramik Constellium Japan dapat secara efektif menghilangkan inklusi berukuran besar dalam aluminium cair, menyerap partikel inklusi halus berukuran mikron, meningkatkan kualitas permukaan, meningkatkan kinerja produk, memperbaiki mikrostruktur, dan meningkatkan hasil produksi. Bahan ini banyak digunakan dalam produksi profil aluminium, lembaran aluminium, dan paduan aluminium.

Ukuran pori filter busa keramik (PPI): 10/20/30/40/50/60

Filter cor 30 ppi merupakan filter busa keramik yang paling umum digunakan dalam industri pengecoran aluminium.
Casting aluminium biasa umumnya menggunakan pelat filter keramik dengan kepadatan 10–40 ppi.
Industri penerbangan dan bahan aluminium berkualitas tinggi biasanya menggunakan pelat filter keramik dengan kepadatan 30–60 ppi.

Tujuan dari teknologi pra-pengolahan limbah aluminium adalah untuk mewujudkan mekanisasi dan otomatisasi proses pemisahan limbah aluminium, memaksimalkan penghilangan kotoran logam dan non-logam, serta memisahkan limbah aluminium secara efektif.
Metode yang paling ideal untuk memilah limbah aluminium adalah dengan membagi limbah aluminium tersebut ke dalam beberapa kategori berdasarkan komponen paduan utamanya, seperti paduan aluminium, paduan aluminium-magnesium, paduan aluminium-tembaga, paduan aluminium-seng, paduan aluminium-silikon, dan sebagainya.
Hal ini dapat mengurangi kesulitan dalam menghilangkan kotoran dan menyesuaikan komposisi pada proses peleburan, serta memungkinkan pemanfaatan secara optimal komponen paduan yang terkandung dalam limbah aluminium, terutama limbah aluminium yang mengandung kadar seng, tembaga, dan magnesium tinggi, yang sebaiknya disimpan secara terpisah dan dapat disesuaikan menjadi bahan baku paduan aluminium hasil peleburan.

 

Filter Busa Keramik Constellium Japan merupakan salah satu produk yang paling banyak digunakan di industri. Fungsinya adalah untuk membuat cairan logam yang bergejolak dan bergelombang mengalir melalui pori-pori sarang lebah pada busa keramik tersebut, sehingga menjadi cairan logam yang stabil, seragam, dan bersih.
Dengan demikian, tingkat penolakan produk cor yang disebabkan oleh cacat pengecoran seperti inklusi non-logam dapat dikurangi secara signifikan, sehingga biaya produksi pun dapat dihemat.
Aluminium Cff menggunakan busa poliuretan sebagai media pembawa dan direndam dalam bubur keramik yang terbuat dari bubuk keramik, bahan pengikat, bahan pembantu sintering, agen suspensi, dan sebagainya.
Selanjutnya, campuran keramik yang berlebih diekstrusi, sehingga campuran keramik tersebut melapisi kerangka pembawa secara merata untuk membentuk benda setengah jadi.
Bahan dasar berwarna hijau tersebut dikeringkan dan disinter pada suhu tinggi. Proses ini juga dikenal sebagai metode impregnasi busa organik, yang merupakan proses produksi keramik busa yang umum digunakan di Tiongkok.
Filter busa keramik alumina merupakan salah satu cabang penting dari tiga jenis utama busa keramik (alumina, silikon karbida, dan zirkonia), sekaligus merupakan jenis busa keramik yang paling awal dikembangkan. Filter ini banyak digunakan dalam industri pengecoran aluminium dan paduan logam.
Saat ini, seiring dengan terus meningkatnya persyaratan kinerja produk aluminium dan paduan aluminium, persyaratan baru terus diajukan terkait proses filtrasi cairan aluminium. Hal ini menuntut karakteristik pengecoran seperti kemurnian tinggi cairan aluminium, jumlah bola mengapung yang lebih sedikit, serta laju aliran cairan aluminium yang stabil guna menghasilkan produk aluminium yang lebih baik. Sifat fisik dan kimia yang baik serta sifat pemrosesan mekanis yang memadai diperlukan untuk memenuhi kondisi penggunaan yang lebih ketat, guna mencapai tujuan memperpanjang masa pakai produk aluminium.
Setiap proses dalam produksi keramik busa memiliki pengaruh terhadap kualitas keramik busa tersebut. Di antara proses-proses tersebut, komponen proses utama, yaitu pengolahan busa dan sintering, memiliki pengaruh terbesar terhadap kualitas produk. Proses penyemprotan terutama memengaruhi kualitas dan penampilan produk, namun juga memiliki pengaruh tertentu terhadap kualitas internalnya.

No Comments

Post A Comment