14 Desember Filter Keramik Inalum
Filter Keramik Inalum terutama digunakan dalam proses penyaringan pada produksi aluminium dan paduan aluminium. Alat ini dapat secara efektif menghilangkan berbagai kotoran dalam aliran aluminium dengan ukuran seukuran mikrometer, sehingga aliran aluminium tersebut menjadi aliran laminar yang lancar.
Produk ini memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap erosi air pada aluminium, ukuran lubang dan tingkat lubang tembus yang dikontrol secara ketat, sehingga dapat memberikan efek penyaringan yang stabil bagi pabrik batang aluminium dan pabrik ingot aluminium, yang pada gilirannya meningkatkan kualitas pengecoran.
Filter Keramik Ukuran Besar Inalum banyak digunakan di bengkel peleburan dan pengecoran aluminium, seperti pada batang pengecoran paduan aluminium, lempengan, foil aluminium, bahan kaleng aluminium, dan profil aluminium, dll.
Filter keramik busa alumina, yang tahan suhu hingga 1000 °C, cocok untuk penyaringan dan pemurnian larutan aluminium serta paduan logamnya. Untuk memenuhi persyaratan kualitas coran aluminium yang semakin tinggi, penggunaan filter keramik busa teroksidasi menjadi semakin penting.
Filter keramik berbahan busa alumina secara efektif menghilangkan inklusi padat dalam logam cair, sehingga paduan aluminium dapat diproses dengan sukses melalui penempaan, pembuatan foil aluminium, proses ekstrusi, dan proses lainnya untuk menghasilkan produk-produk aluminium.
Produk ini memiliki rentang pilihan mulai dari 20ppPPI hingga 60ppPPI, sehingga pasti akan ada standar produk yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Indonesia akan menghentikan ekspor bauksit, seberapa besar dampaknya terhadap permintaan alumina di Tiongkok?
Mengapa Indonesia menghentikan ekspor komoditas curah dan bahan baku?
Sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam, Indonesia juga telah meraup banyak keuntungan berkat lonjakan harga komoditas dalam beberapa tahun terakhir.
Namun, Presiden Indonesia Joko baru-baru ini menyatakan bahwa Indonesia sedang bersiap untuk menghentikan sementara ekspor semua bahan baku curah. Meskipun Indonesia telah membatasi ekspor bahan baku dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan istilah “semua” tetap memicu perdebatan sengit.
Pada tanggal 25 November, Netherlands International Group menerbitkan sebuah laporan yang menyatakan bahwa langkah yang diambil Indonesia bertujuan untuk menarik investasi asing, sehingga bahan baku Indonesia dapat diolah di dalam negeri dan kemudian diekspor, yang pada gilirannya akan membantu ekspor produk setengah jadi atau jadi dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Menarik investasi, mengembangkan industri peleburan, dan meningkatkan lapangan kerja.
Secara kebetulan, pada bulan Agustus tahun ini, Malaysia juga mengeluarkan kebijakan pembatasan impor tembaga bekas, yang bertujuan untuk mendorong perkembangan Malaysia sebagai pusat perdagangan transit tembaga bekas global serta memajukan perkembangan industri peleburan.
Belakangan ini, pangsa impor Indonesia mengalami penurunan. Seberapa besar dampaknya?
Berdasarkan data impor bulan Oktober, sumber utama bauksit Tiongkok adalah Guinea, Australia, dan Indonesia. Di antara ketiganya, impor dari Indonesia turun sebesar 16.14% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Ambil contoh Indonesia. Negara ini lebih dekat dengan Tiongkok dan biaya pengiriman barangnya murah. Indonesia adalah negara kepulauan dengan banyak pelabuhan yang baik, sehingga mendukung kelancaran transportasi. Selain itu, sebagian besar tambang bauksit di Indonesia terletak di lepas pantai, sehingga lebih mudah untuk membangun pabrik alumina.
Sejak dibentuknya Kawasan Perdagangan Bebas Tiongkok-ASEAN pada tahun 2010, kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok telah meningkat secara bertahap, dan pemerintah telah memimpin sejumlah proyek pembangunan pabrik alumina. Perusahaan-perusahaan besar seperti China Hongqiao Group dan Shandongnanshan Aluminum telah memulai produksi pada proyek-proyek mereka di wilayah setempat.
Strategi ekspansi ke luar negeri yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan aluminium besar sejalan dengan tren perlindungan lingkungan di dalam negeri saat ini serta kebutuhan pembangunan ekonomi Indonesia. Diperkirakan bahwa di masa depan, semakin banyak perusahaan aluminium besar yang akan meningkatkan investasi mereka pada proyek-proyek alumina di luar negeri.
Secara umum, Indonesia telah mengumumkan bahwa pihaknya akan melarang ekspor bauksit, yang diperkirakan tidak akan berdampak signifikan terhadap pasokan bauksit secara keseluruhan di Tiongkok. Dalam jangka pendek, impor dan persediaan dari Guinea menjadi penopang; dalam jangka panjang, produksi proyek-proyek alumina asing terus meningkat dan disalurkan ke negara tersebut, sehingga pasar Tiongkok tidak akan menimbulkan dampak yang terlalu besar.














No Comments