29 Oktober Filter Keramik Inalum Adalah
Filter Keramik Inalum Adalah merupakan filter yang paling banyak digunakan dalam bidang penyaringan logam cair aluminium. Keunggulannya antara lain porositas tinggi, efisiensi filtrasi tinggi, mudah diganti, biaya rendah, kemampuan adaptasi yang baik, serta mampu memisahkan partikel padat yang terkandung dalam cairan.
Filter busa keramik The Foundry menggunakan bahan khusus filter busa keramik untuk menghilangkan inklusi yang terbentuk di antara sistem pemurnian dan meja cetakan. Kemampuan filter busa keramik dalam menangkap inklusi-inklusi ini sangat penting untuk menjaga kebersihan ingot selama proses pemadatan logam. Dengan demikian, kualitas dan produktivitas operasi lanjutan (seperti penempaan, ekstrusi, dan penggulungan) dapat terjamin.
Dalam beberapa tahun terakhir, filter busa keramik semakin banyak digunakan dalam industri aluminium. Filter-filter khusus ini terbuat dari bahan-bahan seperti silikon karbida dan alumina, yang memberikan stabilitas struktural dan menjamin ketahanan terhadap guncangan termal.
Filter Keramik Inalum Adalah dapat menghilangkan oksida pada permukaan aluminium, sehingga meningkatkan kualitas pengecoran. Saat ini, semakin banyak produsen pelat aluminium dan foil aluminium yang menggunakan filter-filter ini.
Adtech merupakan salah satu pemasok produk filter keramik berbahan busa terbesar di Indonesia dan pasar industri global. Perusahaan ini menyediakan filter berkualitas tinggi ini kepada pelanggan yang bergerak di bidang produksi pelat dan foil aluminium.
Pada 13 Oktober 2021, menurut kantor berita nasional Indonesia Antara, Presiden Indonesia Joko Widodo berencana menghentikan ekspor bauksit mentah.
Diketahui bahwa dari Januari hingga Agustus 2021, Indonesia mengekspor total 10.214.393 ton bauksit ke Tiongkok, sehingga menjadikannya pemasok bauksit terbesar ketiga ke Tiongkok dalam delapan bulan pertama. Dua negara pemasok terbesar adalah Guinea (39.765.296 ton) dan Australia (22.624.924 ton).
Perusahaan Pertambangan DSM Indonesia, salah satu produsen bauksit terbesar di Indonesia, berencana memproduksi dan mengekspor sekitar 700.000 ton bauksit pada bulan Oktober, naik dari sekitar 500.000 ton pada bulan September, demikian diungkapkan oleh seorang sumber dari perusahaan tersebut.
“Kami mungkin akan memproduksi dan mengekspor sekitar 700.000 ton bauksit pada Oktober, naik dari sekitar 500.000 ton pada bulan ini,” kata sumber tersebut, sambil menambahkan bahwa pengiriman mereka pada Oktober mungkin akan meningkat. Akibat meningkatnya kasus pandemi COVID-19 di Indonesia dari Agustus hingga September, ketersediaan kapal pun berkurang. Pada Agustus dan September, mereka hanya mengekspor tiga kapal bauksit per bulan. Situasi kini membaik, dan diperkirakan lebih banyak kapal kargo akan tiba di Indonesia pada bulan Oktober. Perusahaan tersebut memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 9,6 juta ton. Dalam delapan bulan pertama tahun ini, produksi mereka mencapai sekitar 3,8 juta ton. Total produksi tahun lalu mencapai sekitar 4 juta ton. Stok saat ini sekitar 2,5 juta ton.
Saat ini, harga pasar utama bauksit Indonesia dengan kandungan Al₂O₃ 47%min dan SiO₂ 8%max adalah US$48-50 per ton CIF Tiongkok, yang sama dengan minggu lalu. Pada bulan Agustus dan September, volume ekspor bauksit Indonesia menurun akibat berkurangnya pasokan kapal kargo.












No Comments