Mesin Penghilang Gas Aluminium Cair

Mesin Penghilang Gas Aluminium Cair

Mesin Penghilang Gas Aluminium Cair

Mesin Penghilang Gas Aluminium Cair adalah produk untuk penghilangan gas dan pemurnian. Produk ini menggunakan teknologi pengendalian tercanggih, antarmuka manusia-mesin, dan dikendalikan melalui pemrograman komputer PLC. Produk ini menjamin kemurnian pemurnian aluminium cair sesuai dengan laju aliran paduan dan tingkat pemurniannya. Kotak penghilang gas rotor tunggal ini, dalam hal pengerjaannya, dikembangkan dan dirancang dengan sukses menggunakan konsep yang benar-benar baru.
Teknologi ini mengatasi beberapa kelemahan proses degassing dalam industri pengolahan aluminium, seperti: struktur yang buruk, laju degassing yang rendah, konsumsi gas yang besar, penurunan suhu yang signifikan, tingkat pemantauan yang rendah, dan sebagainya, serta masalah jangka panjang seperti “short circuit” dan “blistering”. Fitur unggulannya meliputi laju degassing yang tinggi, biaya operasional yang rendah, pengoperasian yang andal, dan perawatan yang sederhana.

Lapisan dalam kotak penghilang gas cairan aluminium memiliki ketahanan yang baik terhadap guncangan termal, ketahanan terhadap suhu dingin dan panas, serta koefisien muai panas yang rendah.
Bahan ini mempertahankan penampilan yang stabil pada suhu kerja, serta memiliki kinerja anti-basah yang sangat baik terhadap aluminium. Setelah cairan aluminium mengalir melaluinya, bahan ini tidak menempel pada aluminium dan mudah dibersihkan.
Ketahanan yang baik, kekuatan permukaan yang baik, tahan terhadap erosi dan korosi akibat aluminium cair, tidak menyerap kelembapan, tidak menimbulkan gasifikasi pada aluminium cair, memiliki kepadatan yang lebih rendah daripada aluminium, stabilitas kimia yang baik, dan tidak bereaksi dengan aluminium pada suhu operasi.

Peralatan degassing daring terutama memproses aluminium cair yang mengandung sejumlah tertentu hidrogen dan residu lainnya (logam alkali, inklusi terak), yang dihilangkan setelah diproses melalui peralatan penghilang gas.
Prinsip kerja peralatan degassing online adalah prinsip flotasi gas. Gas proses (gas inert atau campuran gas inert dan klorin) disuntikkan ke dalam lelehan melalui rotor dan dipecah oleh rotor menjadi gelembung-gelembung kecil yang tersebar secara merata, kemudian gelembung-gelembung kecil tersebut naik ke permukaan lelehan.

Mesin Penghilang Gas Aluminium Cair

Cara Kerja Mesin Penghilang Gas Aluminium Cair:
1. Hidrogen terserap ke dalam gelembung dan kemudian dikeluarkan;
2. Logam alkali dihilangkan melalui reaksi kimia dengan gas klorin (pembentukan klorida);
3. Inklusi-inklusi tersebut terperangkap oleh gelembung-gelembung dan kemudian naik ke permukaan lelehan untuk membentuk dross.

Persyaratan pemanasan dan hal-hal yang perlu diperhatikan pada Mesin Penghilang Gas Aluminium Cair:
1. Sebelum dipanggang, putar dan lepaskan mur pada lubang ventilasi di sekeliling kotak untuk memudahkan pengeluaran uap air dari lapisan isolasi.
2. Sebelum dipanggang, kotak penghilang gas mengeluarkan rotor dan kotak filter tidak dapat dilengkapi dengan pelat filter.
3. Lubang keluar aluminium, lubang masuk aluminium, lubang pembuangan, dan lubang rotor pada badan kotak ditutup dengan selimut serat, sedangkan bagian atas badan kotak ditutupi dengan selimut serat setebal 20 mm dan penutupnya disegel.
4. Termokopel dimasukkan ke dalam lubang pengukur suhu pada penutup kotak untuk mengontrol suhu gas tungku.
5. Suhu pengaturan normal aluminium cair di dalam kotak adalah sekitar 750℃, sedangkan selisih suhu konduksi gas tungku sekitar 50℃, sehingga suhu pengaturan maksimum gas tungku selama proses pemanasan adalah 800℃.
6. Jika alat pengatur suhu dilengkapi dengan fungsi pengaturan program, alat tersebut dapat beroperasi secara otomatis sesuai dengan pengaturan kurva pemanggangan; namun, alat tersebut juga dapat dikendalikan secara manual.
7. Jika alat pengatur suhu tidak dilengkapi fungsi pengaturan program, maka alat tersebut akan menggunakan pengaturan manual bertahap berdasarkan interval waktu. Arus maksimum pengatur daya tidak melebihi arus pengenal.
8. Setelah suhu maksimum 800℃ tercapai dan proses pemeliharaan panas selesai, suhu akan turun secara alami setelah aliran listrik diputus, dan penutup dapat dibuka untuk pendinginan atau pemeriksaan ketika suhu sudah di bawah 200℃. Pada saat yang sama, kencangkan mur ventilasi.
9. Perhatian khusus: Jangan membuka penutup atau melepas lubang rotor, lubang pembuangan, dan selimut serat aluminium selama seluruh proses berlangsung untuk menghindari retakan pada lapisan akibat guncangan akibat pendinginan mendadak.

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.