Mesin slag

Mesin slag

Mesin slag

Mesin slag adalah perangkat penghilang gas dengan rotor berputar yang dilengkapi dengan sistem pengangkat hidraulik impor untuk mengukur suhu aluminium cair secara real-time.
Media degassing menggunakan argon atau nitrogen 99,996%, dan prinsip kerjanya
Pasang rotor nitrida silikon pada degasser, lalu letakkan di dalam cairan aluminium. Melalui poros grafit dan rotor yang berputar secara terkendali, gas inert yang telah diukur ditekan ke dalam cairan aluminium dan tersebar menjadi gelembung-gelembung kecil agar tersebar secara merata di dalam cairan aluminium. Tekanan parsial gas dari gelembung-gelembung tersebut di dalam logam cair adalah nol.
Karena tekanan parsial hidrogen yang tinggi dalam aluminium cair, hidrogen dalam aluminium cair terus-menerus berdifusi ke dalam gelembung-gelembung, dan inklusi non-logam dalam aluminium cair teradsorpsi pada permukaan gelembung-gelembung tersebut.
Gelembung hidrogen dan gas inert yang tidak berguna yang menempel pada inklusi non-logam akan mengapung ke permukaan cairan. Setelah proses selesai, batang berputar akan naik secara otomatis, dan proses pengangkatan terak berhasil menghilangkan hidrogen serta inklusi yang teroksidasi.
Lengan degassing dilengkapi dengan alat pengukur suhu aluminium cair secara real-time, yang dapat memantau perubahan suhu aluminium cair selama proses degassing, sehingga operator dapat mengetahui apakah suhu aluminium cair tersebut memenuhi persyaratan suhu pengecoran.
Peralatan ini dapat dipindahkan dengan leluasa dan dapat ditempatkan dengan mudah di mana saja di dalam bengkel. Gas inert dapat disuplai dari pusat pasokan gas atau disimpan dalam tabung baja yang diletakkan di samping troli dan dapat dipindahkan sesuka hati.

Mesin slag

Mengapa mesin Slag dapat menghilangkan hidrogen?
Penghilangan gas adalah proses penyemprotan gas inert ke dalam aluminium cair untuk menghilangkan hidrogen.
Selain itu, proses degassing juga dianggap sebagai cara yang sangat efektif untuk memisahkan kotoran.
Telah diajukan dua model teoretis utama untuk menjelaskan prinsip degassing.
Model makro tersebut mengasumsikan bahwa proses penghilangan setiap pengotor memiliki sifat yang serupa.
Model mikroskopis, yaitu, menurut teori ini, karena tekanan uap hidrogen yang lebih tinggi, hidrogen yang terlarut berdifusi ke dalam cairan aluminium yang disuntikkan.
Secara teoritis, setelah partikel dengan diameter 10 mikron bersentuhan dengan gelembung, partikel tersebut akan teradsorpsi pada gelembung dan mengapung ke permukaan cairan.

 

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.