11 Juli Filter Busa Keramik Berpori
Filter Busa Keramik Berpori
Filter Busa Keramik Berpori untuk Paduan Aluminium. Sejak penelitian pertama pada tahun 1978, teknologi filtrasi keramik berbusa telah berkembang pesat.
Filter Busa Keramik Berpori menggunakan busa poliuretan sebagai media pembawa, yang kemudian direndam dalam lapisan yang terbuat dari bubuk keramik, pengikat, bahan pembantu sintering, agen suspensi, dan sebagainya, lalu lapisan berlebih diekstrusi agar lapisan keramik menempel secara merata pada media pembawa. Kerangka tersebut menjadi benda mentah, yang kemudian dikeringkan dan dibakar pada suhu tinggi.
Filter Busa Keramik Berpori dibagi menjadi dua jenis, yaitu jenis pengikatan dan jenis sintering. Jenis pertama mengandalkan bahan pengikat untuk menyatukan partikel-partikel halus keramik, sedangkan jenis kedua mengandalkan pemanasan pada suhu tinggi untuk melakukan proses sintering terhadap partikel-partikel halus keramik yang relatif murni.
Filter Keramik Berporositas Tinggi
Struktur jaringan pori melengkung tiga dimensi yang saling terhubung dan unik pada filter keramik berbahan busa ini memiliki porositas terbuka sebesar 80%~90% serta memiliki tiga mekanisme pemurnian melalui filtrasi sebagai berikut.
1. Penyadapan mekanis
2. Endapan penyearah
Tindakan penyaringan yang dilakukan oleh pelat saring membuat saluran di depan pelat saring menjadi penuh, sehingga aliran aluminium yang telah disaring berada dalam kondisi laminar yang lancar, dan reaksi oksidasi serta erosi aluminium menjadi berkurang, sehingga inklusi mudah mengapung dan tertangkap, sehingga jumlah inklusi sekunder setelah proses reduksi pun berkurang.
3. Adsorpsi dalam
Partikel-partikel halus yang masuk ke bagian dalam filter tertarik ke kerangka atau tertahan di ruang mati jaringan tersebut berkat kontak yang memadai dengan jaringan keramik yang memiliki jalur aliran yang rumit.
Melalui ketiga mekanisme pemurnian dengan penyaringan ini, sistem tersebut mampu menyaring secara efisien inklusi-inklusi besar dalam cairan aluminium serta sejumlah besar inklusi tersuspensi berukuran sangat kecil—sebesar puluhan mikrometer. Efisiensi penyaringan filter busa keramik mencapai 95%, yang secara signifikan mengurangi tingkat limbah pengecoran dan tingkat perbaikan las.
Selain itu, hal ini menyederhanakan sistem saluran pengaliran logam cair dan meningkatkan struktur metalurgi, sehingga meningkatkan hasil dan produktivitas proses pengecoran, serta meningkatkan kualitas internal, kemudahan pengolahan, dan kemudahan pemesinan pada hasil coran.
Oleh karena itu, filter busa keramik memiliki prospek penerapan yang baik.
Dalam produksi pengecoran, tingkat limbah coran akibat cacat pengecoran seperti inklusi non-logam umumnya mencapai 50% hingga 60% dari jumlah total limbah.
Cacat inklusi tidak hanya secara signifikan menurunkan sifat mekanis coran, tetapi juga berdampak buruk terhadap sifat pengolahannya serta penampilannya.
Memurnikan paduan cair untuk pengecoran serta mengurangi atau menghilangkan berbagai inklusi non-logam tidak diragukan lagi merupakan langkah teknis yang sangat penting untuk menghasilkan hasil coran berkualitas tinggi.
Teknologi filtrasi ini dapat secara efektif mencapai tujuan pemurnian paduan cair untuk pengecoran.














Sorry, the comment form is closed at this time.