29 November Peralatan Pemurnian Aluminium Cair
Alat Pemurnian Aluminium Cair dapat menghasilkan paduan aluminium cair yang murni, yang dapat digunakan untuk memproduksi batang aluminium/ingot aluminium dari paduan aluminium berkualitas tinggi.
Inklusi besar yang tidak merata; inklusi-inklusi ini menyebabkan struktur paduan menjadi tidak kontinu dan mengurangi ketahanan terhadap air.
Udara di dalam ruangan menjadi penyebab terjadinya korosi. Penurunan kekuatan dan kelenturan paduan aluminium sering kali menjadi penyebab munculnya retakan pada komponen.
Jenis inklusi oksida yang kedua adalah inklusi halus yang tersebar, yang tidak dapat dihilangkan sepenuhnya meskipun telah melalui proses pemurnian yang cermat.
Hal ini meningkatkan viskositas logam cair, mengurangi laju aliran aluminium cair saat proses pengendapan, dan mudah menyebabkan timbulnya lubang penyusutan pada coran.
Inklusi oksida sekunder, yang juga disebut inklusi endogen, sebagian besar terbentuk selama proses pengecoran.
Inklusi endogen umumnya tersebar lebih merata dan memiliki partikel yang lebih kecil.
Percikan dan turbulensi aluminium cair selama proses pengecoran merupakan sumber utama inklusi oksida sekunder. Di dalam cetakan pasir, aluminium cair bereaksi dengan kelembapan dalam pasir, dan kelembapan tersebut terurai menjadi oksigen dan hidrogen.
Oksigen bereaksi dengan aluminium sehingga membentuk inklusi oksida, dan hidrogen terlarut dalam aluminium cair.
Alat Pemurnian Aluminium Cair dapat menghilangkan gas dan inklusi padat non-logam dari cairan aluminium melalui interaksi fisik dan kimia, yang disebut bahan pemurnian.
Mekanisme pembentukan dan faktor-faktor yang memengaruhi pori-pori. Hidrogen merupakan sumber utama pori-pori pada paduan aluminium. Pemahaman menyeluruh mengenai sumber pori-pori (termasuk sumber hidrogen, cara masuknya ke dalam aluminium cair, bentuk keberadaannya di dalam aluminium cair, cara pengeluarannya, dan sebagainya), proses pembentukan pori-pori, serta faktor-faktor utama yang memengaruhi proses-proses tersebut merupakan syarat dasar untuk penerapan langkah-langkah pemurnian yang efektif.
Dalam proses peleburan paduan aluminium, berat molekul hidrogen di udara yang mengelilingi logam tersebut tidaklah penting. Oleh karena itu, banyak peneliti berpendapat bahwa unsur utama yang menyerap hidrogen adalah uap air di udara. Ketika suhu melebihi 400°C, aluminium dan uap air di udara akan menghasilkan sebagian atom hidrogen dan sebagian molekul hidrogen. Yang pertama diserap oleh aluminium cair, sedangkan yang kedua masuk ke udara.
Saat hidrogen dihasilkan, lapisan oksida juga akan terbentuk, dan lapisan oksida tersebut tidak akan retak, sehingga dapat mencegah terjadinya reaksi di atas sampai batas tertentu. Hanya ada dua faktor yang memengaruhi penyerapan hidrogen oleh aluminium cair: (1) kandungan uap air di sekitar aluminium cair; (2) kepadatan lapisan oksida pada aluminium cair.














No Comments