07 Juni Filter Keramik Aluminium yang Meleleh
Filter Keramik Aluminium yang Meleleh memiliki kinerja yang baik pada suhu tinggi, mampu menyaring cairan aluminium tanpa mencemari paduan logam tersebut, serta memiliki pori-pori udara yang baik, sehingga memiliki kinerja filtrasi dan adsorpsi yang baik.
Kapasitas inklusi oksida dan inklusi fluks dalam larutan logam telah diperoleh. Bahan ini memiliki efek penyaringan dan pemurnian yang baik, serta memiliki kekuatan pada suhu tinggi, stabilitas terhadap guncangan termal, dan ketahanan kimia yang sangat baik. Pada saat yang sama, Filter Busa Keramik untuk Pengecoran memiliki proses produksi yang sederhana dan mampu memproduksi produk filter berukuran lebih besar.
Filter keramik yang dibuat dengan cara mengimpregnasi bubur semen menggunakan busa organik. Komposisi bubur tersebut terdiri dari 20%-50% silikon karbida, 20-50% alumina, 1,5-5,0% serat silikat aluminium, dan dibakar pada suhu minimal 1150°C. Dengan cara ini, filter tersebut memiliki matriks keramik di mana hampir semua serat aluminosilikat telah larut di dalamnya.
Filter Keramik Aluminium Leleh pada dasarnya dibagi menjadi 6 ukuran pori: 10PPI, 15PPI, 20PPI, 25PPI, 30PPI, dan 40PPI. Semakin besar angkanya, semakin kecil ukuran pori-porinya. Namun, dalam praktiknya, keempat jenis tersebut—yaitu 10PPI, 20PPI, 30PPI, dan 40PPI—sudah dapat memenuhi kebutuhan pelanggan.
Pemilihan bukaan lensa
1. Pengecoran: 10–25 ppi
2. Pengecoran semi-kontinu: 30–60 ppi
3. Aluminium atau lembaran berkualitas tinggi: 50–60 ppi
4. Pengecoran dan penggulungan berkelanjutan: 50~60p
Filter busa keramik untuk proses produksi pengecoran aluminium
Busa organik merupakan bahan berstruktur jaringan terbuka yang memastikan bahwa bubur keramik dapat mengalir dengan leluasa dan saling menempel, kemudian dibakar hingga membentuk kerangka berpori.
Apabila cairan pembawa berupa air, busa organik memiliki sifat hidrofilik yang kuat dan terserap dengan kuat oleh bubur keramik. Busa organik biasanya berupa spons polimer yang dibuat melalui metode pembusaan. Bahan pembuat busa organik dapat berupa poliuretan, polivinil klorida, polistiren, lateks, atau selulosa.
Potong busa organik menjadi potongan-potongan dengan ukuran tertentu atau bentuk lain yang diinginkan. Busa organik dapat diolah terlebih dahulu sebelum dicat. Misalnya, busa organik dipanaskan atau dihidrolisis untuk menghilangkan lapisan tipis yang menutupi pori-pori, guna memastikan pori-pori tersebut tidak tersumbat, sehingga meningkatkan porositasnya. Setelah proses hidrolisis, bilas berulang kali dengan air dan keringkan di udara untuk digunakan nanti.















No Comments