07 Juni Filter keramik dari paduan aluminium
Filter Keramik untuk Peleburan Limbah Aluminium merupakan komponen yang umum digunakan dalam proses pengecoran ingot aluminium, digunakan untuk menyaring kotoran padat yang terbawa dalam logam aluminium cair. Bahan ini memiliki struktur sel terbuka dan sejumlah rongga yang saling terhubung, yang dikelilingi oleh jaring serat keramik. Struktur berpori pada filter tersebut membantu menyaring logam cair. Logam cair tersebut dituangkan ke dalam sebuah Filter Keramik untuk Pengecoran Logam untuk menghilangkan partikel padat yang terbawa dalam logam cair.
Filter Keramik untuk Peleburan Limbah Aluminium terbuat dari bahan busa fleksibel hidrofilik berpori terbuka, di mana sejumlah rongga yang saling terhubung dikelilingi oleh jaring bahan busa fleksibel. Bahan-bahan umum yang dapat digunakan antara lain busa polimer seperti busa poliuretan dan busa selulosa. Secara umum, busa organik yang mudah terbakar apa pun dapat digunakan asalkan memiliki elastisitas dan kemampuan untuk kembali ke bentuk aslinya. Busa tersebut harus terbakar atau menguap pada suhu di bawah suhu pembakaran bahan keramik.
Aluminium cair biasanya mengandung partikel padat yang terperangkap di dalamnya, yang berbahaya bagi produk logam cor akhir. Padatan yang terbawa ini biasanya berasal dari tiga sumber. Sebagian berupa partikel alumina, dan lapisan oksida yang mengapung di permukaan menyedotnya ke dalam aliran cairan. Sebagian partikel yang terbawa tersebut merupakan pecahan bagian-bagian seperti lapisan tungku dan saluran pengangkut pada peralatan pemrosesan peleburan aluminium, yang terkikis dan terbawa ke dalam tungku. Dalam aliran aluminium yang mengalir, beberapa partikel merupakan endapan pengotor yang tidak larut, seperti endapan senyawa intermetalik, borida, karbida, atau senyawa aluminium lainnya (seperti klorida). Ketika pengotor-pengotor ini muncul pada hasil cor akhir setelah aluminium cair mengeras, hal tersebut dapat menyebabkan penurunan keuletan produk akhir atau penurunan kualitas hasil akhir produk. Oleh karena itu, sebelum menuangkan aliran aluminium cair menjadi benda padat, sebaiknya partikel padat yang terbawa tersebut dihilangkan dari aliran aluminium cair, dan partikel padat tersebut dapat langsung digunakan atau diproses melalui operasi pembentukan, seperti penggulungan, penempaan, ekstrusi, dan sejenisnya.
Dibandingkan dengan bahan logam lainnya, paduan aluminium memiliki karakteristik sebagai berikut
1. Kepadatan rendah: Kepadatan paduan aluminium mendekati 2,7 g/cm³, yang setara dengan sekitar 1/3 kepadatan tembaga.
2. Kekuatan tinggi: Paduan aluminium memiliki kekuatan yang tinggi. Setelah melalui proses pengerjaan dingin hingga tingkat tertentu, kekuatan matriksnya dapat ditingkatkan, dan beberapa jenis paduan aluminium juga dapat diperkuat melalui perlakuan panas.
3. Konduktivitas listrik dan panas yang baik: Konduktivitas listrik dan panas aluminium hanya kalah dari perak, tembaga, dan emas.
4. Ketahanan korosi yang baik: Permukaan aluminium secara alami mudah membentuk lapisan pelindung AL₂O₃ yang padat dan kokoh, yang dapat melindungi substrat dengan baik dari korosi. Melalui proses oksidasi anodik buatan dan pewarnaan, dapat diperoleh paduan aluminium cor dengan kinerja pengecoran yang baik atau paduan aluminium yang dapat dibentuk dengan plastisitas pengolahan yang baik.
5. Pemrosesan yang mudah: Setelah penambahan unsur paduan tertentu, dapat diperoleh paduan aluminium cor dengan kinerja pengecoran yang baik atau paduan aluminium yang dapat dibentuk dengan plastisitas pemrosesan yang baik.













No Comments