27 Mei Aluminium Indonesia Jakarta
Aluminum Indonesia Jakarta mengirimkan berita terbaru ke Tiongkok mengenai lini produksi kendaraan listrik dan angka yang mencapai jutaan pabrik peleburan aluminium.
Jakarta, 11 Mei 2021, Orias Petrus Moedak, Ketua Perusahaan Pertambangan Milik Negara (MINDID) Indonesia, mengumumkan melalui konferensi video bahwa rencana investasi perusahaan senilai US$2 miliar telah disetujui oleh pemerintah pusat. Dana tersebut digunakan untuk membiayai beberapa perusahaan induk dan proyek-proyek besar.
1. Perusahaan Baterai Indonesia
Perusahaan tersebut berencana membangun pabrik pengolahan basah bijih nikel laterit untuk memproduksi nikel dan sulfat kobalt berkualitas baterai kendaraan listrik melalui sebuah perusahaan yang didirikan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan berinvestasi asing, yaitu LG Chem dari Korea Selatan dan Ningde Times dari Tiongkok, melalui Anthem.
2. Pabrik peleburan aluminium milik Indonesia Aluminum
Indonesia Aluminium (Inalum) akan membangun pabrik peleburan aluminium berkapasitas 1 juta ton, yang direncanakan akan selesai dibangun dan mulai beroperasi pada pertengahan 2023. Ketua perusahaan tersebut menambahkan bahwa pabrik peleburan tersebut akan menelan investasi sebesar 800 juta dolar AS.
3. Pembangkit listrik pabrik peleburan nikel-besi Antambari
Direncanakan akan dibangun pembangkit listrik tenaga panas berkapasitas 2×45 MW pada pertengahan tahun 2025, serta pembangkit listrik tenaga diesel berkapasitas 3×18 MW yang akan selesai dibangun dan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2022. Tender pertama telah dilaksanakan.
4. Pabrik gasifikasi batu bara di Indonesia
Perusahaan tambang batu bara Indonesia (Bukit Asam) dan PT Pertamina (PT Pertamina), dua perusahaan milik negara, secara bersama-sama membangun pabrik gasifikasi batu bara yang akan mengolah batu bara berkalori rendah untuk menghasilkan 1,4 juta ton dimetil eter. Pabrik tersebut direncanakan akan selesai dibangun dan mulai beroperasi pada awal tahun 2024.
5. Pabrik peleburan tembaga di Freeport
Freeport akan membangun pabrik peleburan tembaga dengan kapasitas 1,7 juta ton. Pabrik tersebut direncanakan selesai dan mulai beroperasi pada Juni 2023, namun akibat dampak pandemi, pelaksanaannya mungkin akan ditunda hingga Juni 2024. Saat ini, Freeport dan Qingshan masih dalam tahap negosiasi, dan lokasi yang dipilih adalah Provinsi Megawatt Timur atau Kawasan Industri Teluk Vinda di Qingshan, Indonesia.
Aluminum Indonesia Jakarta mengirimkan berita terbaru ke Tiongkok mengenai lini produksi kendaraan listrik dan pabrik peleburan aluminium berkapasitas jutaan.











No Comments