23 April Filter Keramik Berpori dari Aluminium yang Meleleh
Filter Keramik Berpori dari Aluminium yang Dicairkan menggunakan busa poliuretan sebagai media pembawa, direndam dalam lapisan yang terbuat dari bubuk keramik, bahan pengikat, bahan pembantu sintering, dan zat penstabil, lalu kelebihan lapisan tersebut diperas keluar.
Lapisan keramik diaplikasikan secara merata pada rangka wadah untuk membentuk benda setengah jadi, kemudian benda setengah jadi tersebut dipanggang dan dikalsinasi pada suhu tinggi.
Filter keramik berbusa dibedakan menjadi dua jenis, yaitu jenis ikatan dan jenis sinter.
Yang pertama mengandalkan bahan pengikat untuk menyatukan partikel-partikel keramik halus, sedangkan yang kedua mengandalkan isolasi suhu tinggi untuk menyinter dan melebur partikel-partikel keramik halus murni tersebut.
Filter Keramik Berpori dari Aluminium Leleh memiliki struktur kerangka tiga dimensi yang saling terhubung berbentuk busur seperti jaring, dan porositas terbukanya dapat mencapai 80%-90%.
Alat ini memiliki tiga mekanisme penyaringan dan pemurnian berikut ini
Satu adalah penyadapan mekanis.
Yang kedua adalah endapan hasil penyaringan. Efek penyaringan dari filter tersebut membuat semua saluran mengalirkan besi cair dalam kondisi sebelum disaring, sehingga besi cair yang telah disaring berada dalam keadaan aliran laminar yang stabil, dan reaksi erosi serta oksidasi pada besi cair pun berkurang, sehingga inklusi mudah mengapung dan ditangkap. Jumlah inklusi sekunder pun berkurang.
Jenis ketiga yaitu adsorpsi dalam, yakni partikel-partikel kecil yang masuk ke dalam filter teradsorpsi pada kerangka atau terperangkap di sudut-sudut mati jaringan akibat kontak penuh dengan jaringan keramik yang kompleks pada saluran aliran.
Melalui ketiga mekanisme penyaringan dan pemurnian ini, inklusi berukuran besar serta sejumlah besar inklusi tersuspensi yang berukuran sekecil puluhan mikron dalam logam cair dapat dihilangkan secara efektif.
Efisiensi filtrasi dari filter busa keramik mencapai 95%, sedangkan efisiensi penyaringan filter serat lapis ganda hanya 67%, yang secara signifikan mengurangi tingkat penolakan coran dan tingkat perbaikan pengelasan.
Selain itu, hal ini juga dapat menyederhanakan sistem penuangan, meningkatkan struktur metalografis, meningkatkan hasil dan produktivitas proses pengecoran, serta meningkatkan kualitas internal, kinerja pengolahan, dan kinerja pemrosesan coran tersebut.
Oleh karena itu, filter keramik berbahan busa memiliki prospek penerapan yang baik.
Pengecoran filter keramik dapat secara efektif memurnikan cairan paduan cor. Dalam produksi pengecoran, tingkat penolakan hasil cor yang disebabkan oleh cacat pengecoran seperti inklusi non-logam umumnya mencapai 50%-60% dari total tingkat penolakan. Cacat inklusi tidak hanya secara signifikan mengurangi sifat mekanis coran, tetapi juga berdampak buruk pada kinerja pemrosesan dan penampilan paduan cairan pengecoran. Mengurangi atau menghilangkan berbagai inklusi non-logam tidak diragukan lagi merupakan langkah teknis penting untuk memperoleh coran berkualitas tinggi.














No Comments