2 Desember Tips Penggunaan Feeder Caster
Tips Penggunaan Feeder Caster Selama proses pengecoran strip aluminium, aluminium cair dialirkan dari ujung cetakan yang memanjang (atau “nozel pelepasan”) ke celah di antara dua rol berpendingin air yang berputar berlawanan arah.
Aluminium cair tersebut mendingin saat bersentuhan dengan rol-rol dan terus mendingin saat melewati celah di antara rol-rol tersebut, sehingga membentuk lembaran logam cor yang lebar dengan ketebalan seragam.
Selama logam cair terus disuplai ke mesin pengecoran, proses pengecoran dapat berlangsung secara terus-menerus.
Ujung Feeder Caster biasanya terbuat dari bahan keramik berdensitas rendah yang mampu menahan keausan dan guncangan termal akibat kontak dengan aluminium cair, seperti papan serat keramik yang dibentuk sesuai bentuk yang diperlukan.
Karena kepadatan bahan-bahan ini yang rendah, konduktivitas termalnya pun sangat rendah (biasanya kurang dari 0,18 W/mK), dan dapat memberikan tingkat isolasi termal tertentu bagi aluminium cair di ujung cor (Caster Tip).
Namun, setelah digunakan dalam proses produksi selama beberapa waktu, komponen-komponen tersebut dapat mengalami reaksi kimia dan keausan. Hal ini dapat menyebabkan terbentuknya berbagai kotoran di dalam struktur ujung, dan pada akhirnya mengakibatkan terhentinya gerakan pengecoran secara prematur.
Perusahaan Aluminium Mesir menjelaskan bahwa ujung coran pengumpan (Feeder Caster Tip) biasanya mengalami erosi dan keausan sebagai berikut
1. Pemblokiran ujung roda
Ketika terjadi penyumbatan di rongga Castertip, logam tidak dapat mengalir keluar melalui seluruh lebar bukaan Castertip, sehingga menyebabkan cacat pori memanjang pada permukaan strip yang dicetak dan digulung.
Pori-pori adalah lubang-lubang kecil yang dapat diamati dengan mata telanjang.
Terkadang, rongga-rongga tersebut berada di dalam lembaran, dan garis-garis oksida yang jelas terlihat di permukaan lembaran.
Cara memperbaikinya adalah dengan menaikkan suhu logam. Anda juga dapat menghentikan putaran rol untuk sementara waktu, membiarkan logam mengeras di sekitar bagian yang tersumbat, lalu menariknya keluar saat mesin dihidupkan kembali.
Dalam beberapa kasus, Castertip yang tersumbat memerlukan penggantian pelat nosel.
Langkah-langkah pemurnian yang baik merupakan cara yang efektif untuk mencegah penyumbatan pada Castertip.
2. Bekas luka akibat ujung roda
Proses pengendapan logam dapat terjadi di dalam rongga mulut atau di bagian ujung Castertip.
Logam tersebut mengeras di dalam rongga mulut, yang ditandai dengan berkurangnya lebar strip atau munculnya lubang pada strip tersebut.
Penyebab cacat ini mungkin disebabkan oleh kebocoran logam dari Castertip atau suhu logam yang rendah di pelat nosel.
Metode koreksinya adalah:
·Jika kebocorannya parah, gantilah pelat nosel cor
·Tingkatkan suhu aluminium cair di kotak depan
·Meningkatkan kecepatan pengecoran
3. Riak-riak halus
Cacat ini ditandai dengan adanya beberapa garis terang dan gelap yang terlihat secara horizontal pada permukaan lembaran baja cor-gulung. Gejala-gejala cacat ini adalah:
·Pita tersebut memiliki garis-garis gelap horizontal
·Bagian yang belum rapi
·Nilai arus motor utama menurun
Penyebab cacat ini adalah:
·Kadar logamnya terlalu tinggi, dan logam di bagian Castertip akan bergetar akibat tekanan logam yang berlebihan, yang akan menyebabkan munculnya riak-riak halus pada permukaan pelat.
·Kecepatan pengecoran rendah
·Suhu logam terlalu tinggi
Metode perbaikan: kurangi tingkat cairan di tangki depan, turunkan suhu cairan aluminium di tangki depan, dan tingkatkan kecepatan Castertip untuk meminimalkan cacat tersebut.
Egypt Aluminium meluncurkan kotak surat "sales@adtechamm.com" dari seri ujung roda produsen untuk pabrik-pabrik pengecoran di Mesir dan Timur Tengah.
Idealnya, distribusi panas logam cair yang keluar dari ujung cetakan (Castertip) harus seragam mungkin sepanjang ujung cetakan tersebut.
Lebar ujung roda caster dapat berkisar antara 0,3 m hingga 2,5 m.
Aluminium cair yang keluar dari ujung cor (Castertip) biasanya berada pada suhu tertinggi di bagian tengahnya, sedangkan di kedua ujung luarnya diisolasi.
Area yang lebih dingin biasanya terletak di sebelah kiri dan kanan area tengah, di antara area tengah dan ujung ujung roda.
Perbedaan suhu ini akan memengaruhi keseragaman proses pengecoran serta kualitas lembaran logam hasil pengecoran.















Sorry, the comment form is closed at this time.