22 Juli Filter Busa Keramik Alumina
Filter Busa Keramik Alumina Gunakan busa poliuretan sebagai media pembawa, lalu rendam dalam bubur yang terbuat dari bubuk keramik, pengikat, bahan pembantu sintering, agen suspensi, dan sebagainya. Kemudian peras sisa bubur tersebut sehingga bubur keramik melapisi rangka pembawa secara merata untuk membentuk benda mentah, dan selanjutnya benda mentah tersebut dikeringkan dan disinter pada suhu tinggi.
Proses ini juga dikenal sebagai metode impregnasi busa organik, yang merupakan proses produksi yang relatif sudah matang di Tiongkok.
Filter Busa Keramik Alumina diklasifikasikan berdasarkan ukuran pori yang berbeda-beda, termasuk 10PPi, 15PPi, 20PPi, 30PPi, dan sebagainya. Klasifikasi ukuran pori pada busa tidak sama dengan klasifikasi ukuran pori pada produk. Secara umum, semakin besar nilai PPi, semakin kecil ukuran pori yang sesuai, dan semakin kecil pula partikel yang disaring.
Proses produksi Filter Busa Keramik Alumina—Proses pelapisan, Proses modifikasi busa, Proses pencelupan dan pelapisan, Proses pengeringan, Proses pembakaran, Proses pemeriksaan kualitas.
Proses penentuan ukuran
Pemilihan formula harus memastikan konsistensi dan kelancaran slurry yang optimal, sehingga produk dapat dilapisi secara merata selama proses pelapisan untuk mencapai berat pelapisan yang ditentukan. Hal ini merupakan prasyarat untuk memastikan kekuatan produk dan tingkat lubang tembus memenuhi standar. Kinerja bubur yang telah disesuaikan dinilai berdasarkan berat jenis dan konsistensinya.
Proses modifikasi spons
Modifikasi spons dilakukan sebagai persiapan untuk proses pelapisan guna meningkatkan kinerja pelapisan pada spons dan memastikan pelapisan tersebut merata.
Proses pencelupan dan penentuan ukuran
Produk spons kering yang telah dimodifikasi dilapisi secara merata ke dalam green body melalui slurry yang telah disesuaikan pada mesin roller press. Untuk produk spons dengan ukuran pori yang berbeda-beda, diperlukan slurry dengan konsistensi yang berbeda pula untuk proses pelapisan; jika tidak, hasil pelapisan yang diinginkan tidak akan tercapai. Jika Anda ingin membeli filter busa keramik, silakan kirim email ke sales@adtechamm.com
Proses pengeringan
Proses pengeringan ini terutama bertujuan untuk menghilangkan kelembapan dari produk setengah jadi yang telah diberi bahan pengikat, dan kadar kelembapannya umumnya dikendalikan agar tetap di bawah 1,0%.
Untuk produk dengan spesifikasi yang lebih besar, kondisi lingkungan kering—seperti suhu dan kelembapan—perlu dikendalikan guna mencegah terjadinya deformasi akibat kekeringan dan cacat retak.
Proses pemanggangan
Proses pembakaran merupakan tahap terakhir dalam proses produksi. Berkat penyempurnaan formula dan dengan mempertimbangkan biaya produksi, sebagian besar keramik busa SiC yang diproduksi oleh perusahaan keramik busa tidak memerlukan perlindungan atmosfer, dan suhu pembakarannya umumnya berkisar antara 1350 hingga 1450 ℃.
Proses pemeriksaan kualitas
Karena struktur keramik busa yang berpori, produk hasil pembakaran cenderung menghasilkan terak dalam jumlah yang bervariasi. Bagi pabrik pengecoran, selain mempertimbangkan kekuatan dan ukuran pori filter, fenomena jatuhnya terak juga menjadi isu krusial yang paling mereka khawatirkan. Hal ini karena filter itu sendiri digunakan untuk menyaring inklusi, dan terak yang dihasilkan oleh filter tersebut justru akan menimbulkan efek sebaliknya, yang pada akhirnya akan menyebabkan produk cor menjadi limbah. Oleh karena itu, selain memeriksa penampilan dan kualitas internal dalam proses pemeriksaan kualitas, pembersihan terak juga perlu dilakukan.















Sorry, the comment form is closed at this time.