Tiwai Aluminium

Tiwai Aluminium

Tiwai Aluminium

Tiwai Aluminium menggunakan filter busa keramik dari Adtech

Tiwai Aluminium sering menggunakan ukuran 178 × 178 × 50 mm, 230 × 230 × 50 mm, 305 × 305 × 50 mm, 381 × 381 × 50 mm, 432 × 432 × 50 mm, 508 × 508 × 50 mm, serta 584 × 584 × 50 mm dalam proses produksi aluminium dan paduan aluminium.

Tiwai Aluminium

Penyimpangan ukuran dan bentuk
Terkait penyimpangan ukuran dan bentuk pelat filter keramik berbahan busa, Tiwai Aluminium terutama mempertimbangkan 5 indikator, yaitu penyimpangan yang diperbolehkan pada panjang sisi, penyimpangan yang diperbolehkan pada panjang diagonal, celah bidang, penyimpangan yang diperbolehkan pada ketebalan, serta penyimpangan yang diperbolehkan pada sudut kemiringan.

Yang filter busa keramik yang digunakan oleh Tiwai Aluminium memiliki ketebalan 50 mm dan kemiringan sisi sebesar 17,5°.
Sebelum digunakan, periksa tingkat transmisi cahaya pada filter busa keramik.
Semakin tinggi tingkat transmisi cahaya, semakin sedikit lubang buta, semakin banyak lubang filter yang efektif (lubang tampilan), semakin baik pula efek penyaringannya.

 

Aluminium Tiwai diuji sesuai dengan standar-standar berikut ini.
Filter busa keramik diletakkan di atas kotak cahaya yang dilengkapi dengan bola lampu pijar 200W, dan sebuah pelat plastik transparan berbentuk persegi dengan ukuran 5,0 × 5,0 mm yang seragam digunakan untuk menentukan luas pelat filter yang dapat meneruskan cahaya, sehingga dapat dihitung transmitansi cahaya pelat filter tersebut. Metode untuk menentukan transmitansi cahaya pelat filter.

Tingkat transmisi cahaya (tingkat tembus cahaya) filter busa keramik ditentukan sebesar di atas 95%.
Porositas mengacu pada persentase volume total pori-pori pada produk pelat filter terhadap volume total produk pelat filter tersebut.
Porositas menentukan kapasitas filtrasi pelat filter keramik berbahan busa per satuan volume. Semakin besar porositasnya, semakin besar laju aliran filtrasi pelat filter tersebut dan semakin tinggi kemampuan filtrasinya, dan sebaliknya.

Tiwai Aluminium menggunakan filter busa keramik dari Adtech

Saat ini terdapat dua metode utama untuk menentukan porositas.
Salah satunya adalah menghitung volume lubang-lubang pada pelat saringan berdasarkan hukum Archimedes, yaitu dengan mengisi gelas kimia yang dilengkapi pipa luapan hingga air mengalir keluar dari pipa luapan tersebut. Semua sampel ditempatkan dengan hati-hati ke dalam air. Pada saat ini, air mengalir keluar melalui pipa luapan, dan volume air pada bagian ini diukur. Volume fisik pelat saring dikurangkan dari volume air yang meluap, yang merupakan volume total lubang pada pelat saring.

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.