2 Maret Pin Pengatur Batang Keramik Alumina Porselen
Pin Pengatur Batang Keramik Alumina Porselen
Pin kontrol. umumnya terbuat dari bahan tahan api, yang mampu menahan suhu tinggi logam cair. Bahan tersebut juga harus keras agar dapat menahan keausan pada ujung batang, di mana ujung tersebut menekan dudukan di corong.
Salah satu bahan yang paling umum digunakan adalah silika fusi padat (DF’S). Bahan ini cukup tangguh dan memiliki karakteristik ketahanan terhadap guncangan termal yang baik, namun silika dapat terbasahi dan terkorosi oleh aluminium cair; oleh karena itu, pin pengatur yang terbuat dari bahan ini harus dilapisi dengan lapisan pelindung anti-lengket, misalnya dari nitrida boron.
Lapisan ini harus diaplikasikan ulang secara berkala (misalnya setiap satu atau dua kali proses penuangan), sehingga pin-pin tersebut memerlukan perawatan yang intensif.
Selain itu, meskipun DFS cukup kuat, material ini rentan terhadap retakan, dan retakan-retakan tersebut cenderung menyebar ke seluruh material selama digunakan.
Hal ini pada akhirnya dapat menyebabkan sebagian dari pin pengatur terlepas dan menyumbat corong tuang. Sebagai langkah pencegahan terhadap hal ini, terkadang kawat baja tahan karat disematkan ke dalam bahan DFS untuk memastikan bahwa meskipun pin pengatur patah, bagian yang patah tersebut masih dapat ditarik keluar dari corong.
Kelemahan lain dari pin pengatur yang terbuat dari DFS adalah pin tersebut cenderung memiliki kapasitas panas yang tinggi dan harus dipanaskan terlebih dahulu sebelum proses penuangan logam dimulai, agar suhunya mencapai atau mendekati suhu logam cair.
Hal ini secara signifikan menambah kompleksitas proses penuangan dan menimbulkan risiko terjadinya kecelakaan serius saat memindahkan pin pengatur yang panas dari tungku pemanas awal ke corong. S-P550762c.wpd 7 Oktober 2004.
Jika pin pengatur tidak dipanaskan terlebih dahulu, logam cair dapat mengeras saat bersentuhan dengan pin pengatur sehingga menyumbat corong.













No Comments