31 Maret Filter Keramik 20 Inci
Filter Keramik 20 Inci digunakan untuk menyaring aluminium cair sebelum proses pengecoran. Proses penyaringan menghilangkan partikel-partikel yang berpotensi menyebabkan cacat pada produk akhir.
Gunakan pelat filter keramik berbahan dasar busa persegi yang terbuat dari aluminium cair, dengan menggunakan bubur refraktori alumina sebagai bahan baku, yang kemudian diresapi ke dalam busa berpori dengan tingkat porositas tertentu. Selanjutnya, busa yang telah diresapi tersebut dikeringkan dan dibakar dalam tungku. Setelah proses pembakaran selesai, badan keramik berpori tersebut menjadi filter.
Dimensi filter busa keramik
660x660x50 (26 inci)
584x584x50 (23 inci)
508x508x50 (20 inci)
432x432x50 (17 inci)
381x381x50 (15 inci)
305x305x50 (12 inci)
228x228x50 (9 inci)
178x178x50 (7 inci)
Saat menggunakan filter busa keramik, pasang Filter Busa Keramik untuk Pengecoran di dalam filter rumah pengecoran.
Tuangkan aluminium cair ke dalam kotak saringan melalui saringan busa keramik. Saringan tersebut menyaring partikel-partikel halus yang terdapat dalam logam cair.
Setelah proses pengecoran selesai, terak aluminium yang tersisa di dalam filter keramik membentuk sepotong aluminium yang hampir padat.
Filter Keramik 20 Inci adalah filter busa keramik yang paling umum digunakan dalam industri pengecoran aluminium.
Pengecoran aluminium biasa umumnya menggunakan pelat filter keramik dengan kepadatan 10–40 ppi.
Industri penerbangan dan bahan aluminium berkualitas tinggi biasanya menggunakan pelat filter keramik dengan kepadatan 30–60 ppi.
Filter busa keramik mampu menghilangkan sejumlah besar inklusi semacam itu dari aluminium cair. Teknologi filtrasi busa keramik telah menjadi metode utama dalam penyaringan paduan aluminium komersial di seluruh dunia.
Berkat biaya pemasangan dan pengoperasiannya yang rendah serta kemudahan penggunaannya, teknologi ini dengan cepat diterapkan di berbagai jenis pabrik pengecoran aluminium dengan tingkat kompleksitas yang beragam.
Selama bertahun-tahun, perkembangan ini terus berlanjut ke arah penggunaan filter busa keramik berpori lebih halus guna menghasilkan tingkat kebersihan lelehan yang lebih tinggi, yang merupakan persyaratan untuk peningkatan kualitas produk olahan aluminium secara berkelanjutan.
Sebagai contoh, dalam pembuatan panel badan kaleng aluminium, filter busa dengan kepadatan 40 dan 50 lubang per inci (PPI) kini umum digunakan dalam proses produksi panel tersebut.
Selain itu, saat ini sedang dilakukan evaluasi terhadap filter berpori lebih halus.
Namun, penggunaan filter berpori lebih halus memerlukan banyak proses pra-perlakuan untuk mengurangi kadar inklusi dan mencegah filter tersumbat sebelum waktunya atau terhambat oleh sisa-sisa inklusi.
Partikel padat seperti oksida, karbida, nitrida, dan senyawa boraks yang terdapat dalam logam (seperti aluminium) serta inklusi yang tidak larut dalam cairan (seperti garam cair) akan sangat memengaruhi plastisitas dan sifat logam akhir selama proses deformasi penggulungan atau ekstrusi. Kualitas Permukaan.














No Comments