24 Juli Filter Keramik Busa Berpori
Filter Keramik Busa Berpori
Filter Keramik Busa Berpori menghilangkan kotoran logam dari terak logam dan larutan, jauh lebih efektif daripada media filter lainnya, serta menggabungkannya dengan proses filtrasi fisiko-kimia.
Pengotor-pengotor berukuran besar pada Filter Keramik Berbusa Permukaan tersebut terdiri dari saringan fisik, retentat, dan partikel-partikel kotoran berukuran sangat kecil yang memiliki afinitas kimia dan teradsorpsi pada permukaan filter.
Dengan demikian, kotoran dalam berbagai ukuran pada produk cor dapat disaring secara efektif, termasuk kotoran yang ukurannya jauh lebih kecil daripada pori-pori yang berfungsi menyaring kotoran tersebut. Proses penyaringan ini, ditambah dengan pengaturan aliran logam cair yang semula tidak teratur, mengurangi turbulensi dan membuat aliran logam cair menjadi lebih lancar.
Kategori Filter Keramik Busa Berpori
Berdasarkan bahannya, filter busa keramik dapat diklasifikasikan menjadi filter busa keramik silikon karbida, filter besi cair, filter busa keramik alumina, filter aluminium cair, dan filter busa keramik zirkonia.
Pemasangan Filter Keramik Busa Berpori
Efisiensi penyaringan filter busa keramik aluminium sangat bergantung pada pemasangan dan penggunaannya yang tepat.
Di sisi lain, karena proses filtrasi tersebut, langkah-langkah konvensional dan penting yang diambil untuk mengurangi terjadinya inklusi dalam operasi proses seperti peleburan, perlakuan tungku, dan pengecoran tidak boleh diabaikan. Selain itu, perlu juga mencegah agar cairan aluminium yang telah terkontaminasi tidak terkontaminasi kembali setelah proses filtrasi.
Pemasangan dan penggunaan Filter Keramik Busa Berpori umumnya memerlukan perhatian terhadap aspek-aspek berikut:
1. Pemilihan pelat filter yang tepat
Ukuran pelat saringan dan jumlah lubang harus dipilih sesuai dengan rentang laju aliran jenis coran tertentu, ketinggian maksimum cairan logam selama proses penyaringan, jumlah total yang disaring, serta tingkat kebersihan bahan baku. Cairan aluminium.
2. Proses penyaringan sebelum peleburan tidak boleh diabaikan
Misalnya tungku peleburan aluminium, tungku penahan dengan proses pengendapan terak biasa, tungku terak; serta tungku pemurnian. Secara khusus, degasser in-line tetap diperlukan karena tidak hanya mengurangi kandungan hidrogen dalam logam cair, tetapi juga menghilangkan beberapa inklusi non-logam.
3. Saringan logam cair harus disesuaikan dengan kotak saringan tahan api berbentuk persegi.
Keduanya cocok untuk penyegelan guna mencegah logam mengalir ke dalam kotak pengecoran melalui celah tanpa disaring, serta untuk menghindari logam mengapung di dalam cairan aluminium akibat sedikitnya busa.
4. Panaskan terlebih dahulu sebelum digunakan
Lakukan pemanasan awal untuk menghilangkan kelembapan dan mempercepat proses filtrasi awal yang bersifat sementara. Pemanasan awal dapat dilakukan dengan pemanas listrik atau pemanas gas. Secara umum, proses ini memakan waktu sekitar 15 menit.
5. Dalam proses penyaringan biasa, tidak diperlukan slag untuk mencegah benturan dan getaran pada pelat saringan. Di sisi lain, untuk menghindari gangguan yang berlebihan terhadap larutan aluminium, tangki harus diisi dengan larutan aluminium.
6. Setelah proses pengecoran, logam yang ada di dalam sel aliran dan pelat saring dikosongkan. Di luar ruangan terdapat sebuah alat getar yang diletakkan di atas pelat saring; alat tersebut digetarkan selama satu menit untuk menghilangkan sisa logam cair 75% yang masih menempel pada pelat saring.
7. Terakhir, bersihkan bagian sekelilingnya, lalu lepaskan pelat filter setelah campuran mengeras.














Sorry, the comment form is closed at this time.