Kaleng Minuman Aluminium

Kaleng Minuman Aluminium

Kaleng Minuman Aluminium

Industri terminal hulu dalam industri pengolahan lanjutan aluminium (penghilangan gas–unit penghilang gas, penyaringan–filter busa keramik)

Sembilan puluh lima persen dari seluruh kaleng bir dan minuman ringan di Amerika Serikat terbuat dari aluminium.
Produsen kaleng asal Amerika Serikat memproduksi sekitar 100 miliar kaleng minuman aluminium setiap tahun, setara dengan satu kaleng per orang Amerika setiap hari.
Meskipun hampir semua kaleng makanan terbuat dari baja, sifat-sifat unik aluminium menjadikannya bahan yang ideal untuk kemasan minuman berkarbonasi.
Kaleng aluminium pada umumnya beratnya kurang dari setengah ons, namun dindingnya yang tipis mampu menahan tekanan lebih dari 90 pon per inci persegi yang diberikan oleh
karbon dioksida dalam bir dan minuman ringan.
Permukaan aluminium yang berkilau juga menjadikannya latar belakang yang menarik untuk pencetakan dekoratif, yang penting bagi produk yang harus menarik perhatian
konsumen di pasar yang kompetitif.

Aluminium pertama kali diidentifikasi sebagai unsur pada tahun 1782, dan logam ini sangat dihormati di Prancis, di mana pada tahun 1850-an logam ini lebih populer daripada
bahkan emas dan perak untuk perhiasan dan peralatan makan.
Napoleon III sangat tertarik dengan kemungkinan pemanfaatan logam ringan untuk keperluan militer, dan ia mendanai eksperimen-eksperimen awal dalam ekstraksi
aluminium. Meskipun logam ini terdapat melimpah di alam, proses ekstraksi yang efisien tetap sulit dicapai selama bertahun-tahun.
Harga aluminium tetap sangat tinggi sehingga penggunaannya dalam bidang komersial masih sangat terbatas sepanjang abad ke-19.
Terobosan teknologi pada akhir abad ke-19 akhirnya memungkinkan aluminium dilebur dengan biaya murah, sehingga harga logam tersebut pun turun
secara drastis. Hal ini membuka jalan bagi pengembangan pemanfaatan logam tersebut dalam bidang industri.

Kaleng Minuman Aluminium

Aluminium baru mulai digunakan untuk kaleng minuman setelah Perang Dunia II. Selama perang, pemerintah AS mengirimkan bir dalam jumlah besar dalam kaleng baja
kepada personel militernya yang bertugas di luar negeri.
Setelah perang, sebagian besar bir kembali dijual dalam kemasan botol, namun para prajurit yang pulang dari medan perang tetap menyukai kaleng karena rasa rindu akan masa lalu.
Para produsen tetap menjual sebagian bir dalam kaleng baja, meskipun botol lebih murah untuk diproduksi. Perusahaan Adolph Coors memproduksi yang pertama
kaleng bir aluminium pada tahun 1958. Kaleng dua bagian tersebut hanya dapat menampung 7 ons (198 g), bukan 12 ons (340 g) seperti biasanya, dan terdapat masalah dengan
proses produksi. Meskipun demikian, kaleng aluminium tersebut ternyata cukup populer sehingga mendorong Coors, bersama dengan perusahaan-perusahaan logam dan aluminium lainnya, untuk mengembangkan
kaleng yang lebih bagus.

Model berikutnya adalah kaleng baja dengan tutup aluminium.
Hibrida ini dapat memiliki beberapa keunggulan yang jelas. Ujung aluminium tersebut mengubah reaksi galvanik antara bir dan baja, sehingga menghasilkan bir
dengan masa simpan dua kali lipat dibandingkan yang disimpan dalam kaleng yang seluruhnya terbuat dari baja.
Mungkin keunggulan yang lebih menonjol dari tutup aluminium itu adalah logam yang lunak tersebut dapat dibuka hanya dengan menarik tabnya.
Kaleng model lama itu memerlukan penggunaan pembuka khusus yang dalam bahasa sehari-hari disebut “church key,” dan ketika Schlitz Brewing Company memperkenalkan birnya dalam sebuah
kaleng aluminium “pop top” pada tahun 1963, produsen bir besar lainnya pun segera mengikuti tren tersebut.
Pada akhir tahun itu, 40% dari seluruh kaleng bir di AS dilengkapi tutup aluminium, dan pada tahun 1968, angka tersebut telah berlipat ganda menjadi 80%.

Sementara kaleng minuman dengan tutup aluminium sedang mendominasi pasar, beberapa produsen justru menargetkan pengembangan kaleng minuman yang seluruhnya terbuat dari aluminium—sebuah proyek yang lebih ambisius. Teknologi tersebut
Dulu, Coors memproduksi kaleng aluminium berukuran 7 ons dengan menggunakan proses “ekstrusi benturan”,

Metode modern dalam pembuatan kaleng minuman aluminium disebut “two-piece drawing and wall ironing”, yang pertama kali diperkenalkan oleh perusahaan Reynolds Metals pada
1963.

Di mana sebuah pukulan yang ditekan ke dalam potongan logam berbentuk lingkaran membentuk bagian dasar dan sisi-sisi kaleng menjadi satu kesatuan.
Pada tahun 1963, perusahaan Reynolds Metals memperkenalkan kaleng yang seluruhnya terbuat dari aluminium, yang diproduksi melalui proses berbeda yang disebut “drawing and ironing”, dan teknologi ini
menjadi standar di industri ini. Coors dan Hamms Brewery termasuk di antara perusahaan-perusahaan pertama yang mengadopsi kaleng baru ini, dan PepsiCo serta Coca-Cola pun mulai
mulai menggunakan kaleng yang seluruhnya terbuat dari aluminium pada tahun 1967.
Jumlah kaleng aluminium yang dikirim di Amerika Serikat meningkat dari setengah miliar pada tahun 1965 menjadi 8,5 miliar pada tahun 1972, dan jumlah tersebut terus meningkat seiring dengan
Aluminium menjadi pilihan yang hampir universal untuk minuman berkarbonasi.
Kaleng minuman aluminium modern tidak hanya lebih ringan daripada kaleng baja atau kaleng campuran baja dan aluminium yang lama, tetapi juga tidak berkarat, cepat mendinginkan isinya, dan
Permukaan yang mengkilap mudah dicetak dan menarik perhatian.

1Comment
  • Daigon
    Posted at 13.25, 3 Agustus Balas

    Berapa harga kaleng aluminium Anda?

Post A Comment