Manfaat Daur Ulang Logam

Manfaat Daur Ulang Logam

Manfaat Daur Ulang Logam

Amerika Serikat mendaur ulang 150 juta metrik ton bahan bekas setiap tahunnya, termasuk 85 juta ton besi dan baja, 5,5 juta ton aluminium, 1,8 juta ton tembaga, 2 juta metrik ton baja tahan karat, 1,2 juta metrik ton timah, dan 420.000 metrik ton seng, menurut Institute of Scrap Recycling Industries (ISRI). Logam-logam lain seperti krom, kuningan, perunggu, magnesium, dan timah juga didaur ulang.

 

APA SAJA MANFAAT DARI Daur Ulang Logam?
Secara definisi, penambangan bijih logam dan pemurniannya menjadi logam yang dapat digunakan merupakan praktik yang tidak berkelanjutan; jumlah logam yang ada di Bumi bersifat tetap jika dilihat dari perspektif skala waktu geologis yang relevan (setidaknya jika mempertimbangkan skala waktu geologis yang berarti). Namun, logam mudah didaur ulang dan digunakan kembali, sehingga memberikan peluang baru untuk pemanfaatannya tanpa harus menambang dan mengolah lebih banyak lagi. Dengan demikian, masalah-masalah yang terkait dengan penambangan, seperti drainase tambang asam, dapat dihindari. Melalui daur ulang, kita mengurangi kebutuhan untuk mengelola tumpukan limbah tambang yang luas dan berpotensi berbahaya.

EKSPOR AS: Daur Ulang Logam
Pada tahun 2008, industri daur ulang besi tua menghasilkan $86 miliar dan menyerap 85.000 tenaga kerja. Bahan daur ulang yang diolah industri ini menjadi bahan baku setiap tahunnya digunakan untuk produksi industri di seluruh dunia. Sebagai contoh, 25% baja yang digunakan dalam produksi panel mobil (pintu, kap mesin, dll.) diperoleh dari bahan daur ulang.

Untuk tembaga, yang digunakan dalam industri pembangunan rumah untuk kabel listrik dan pipa saluran air, proporsi tersebut melebihi 50%.

Setiap tahun, Amerika Serikat mengekspor logam bekas dalam jumlah yang sangat besar – yang disebut komoditas bekas – yang memberikan kontribusi signifikan terhadap neraca perdagangan AS. Sebagai contoh, pada tahun 2012, AS mengekspor aluminium senilai $3 miliar, tembaga senilai $4 miliar, serta besi dan baja senilai $7,5 miliar.

Daur Ulang Logam

DAUR ULANG LOGAM MENGHEMAT ENERGI DAN SUMBER DAYA ALAM
Daur ulang besi tua dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dalam jumlah besar yang dihasilkan selama berbagai proses peleburan dan pengolahan yang dilakukan dalam pembuatan logam dari bijih mentah. Di sisi lain, jumlah energi yang digunakan juga jauh lebih sedikit. Penghematan energi yang dihasilkan dengan menggunakan berbagai logam daur ulang dibandingkan dengan bijih mentah mencapai:

— 92 persen untuk aluminium
— 90 persen untuk tembaga
— 56 persen untuk baja

Penghematan ini cukup signifikan, terutama jika diterapkan pada kapasitas produksi yang besar. Memang, menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), 60% produksi baja berasal langsung dari besi dan sisa baja daur ulang. Untuk tembaga, proporsi yang berasal dari bahan daur ulang mencapai 50%. Tembaga daur ulang hampir sama berharganya dengan tembaga baru, sehingga menjadi sasaran umum bagi pencuri besi tua.

Daur ulang logam juga membantu melestarikan sumber daya alam. Daur ulang satu ton baja dapat menghemat 2.500 pon bijih besi, 1.400 pon batu bara, dan 120 pon batu kapur. Air juga digunakan dalam jumlah besar dalam proses produksi berbagai jenis logam.

Menurut sumber di industri tersebut, melalui daur ulang baja, jumlah energi yang dihemat akan cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik 18 juta rumah selama satu tahun penuh.

Daur ulang satu ton aluminium dapat menghemat hingga 8 ton bijih bauksit dan 14 megawatt-jam listrik. Angka tersebut bahkan belum memperhitungkan biaya pengiriman bauksit dari lokasi penambangannya, yang umumnya berada di Amerika Selatan. Jumlah total energi yang dihemat pada tahun 2012 melalui produksi aluminium dari bahan daur ulang mencapai 76 juta megawatt-jam listrik.

No Comments

Post A Comment