19 Desember Perkembangan Aluminium alias Bagaimana Aluminium Didaur Ulang
Bagaimana Aluminium Didaur Ulang
Aluminium adalah “logam super” yang luar biasa berkat tingkat keserbagunaan, kemampuan daur ulang, dan keberlanjutannya yang tak tertandingi. Selama hampir 100 tahun, orang-orang telah mendaur ulang aluminium yang sama yang pertama kali diperkenalkan ke dalam industri. Faktanya, tiga perempat dari seluruh aluminium yang Anda lihat saat ini berasal dari pabrik peleburan aslinya.
Mengapa aluminium begitu sering didaur ulang? Nah, jawabannya terletak pada kemampuannya yang luar biasa untuk mempertahankan sifat-sifatnya setelah melalui proses peleburan, ekstraksi, dan peleburan ulang. Tidak ada yang hilang, dan hanya dibutuhkan sedikit energi untuk mengembalikannya ke kondisi semula.
Ini berarti aluminium tidak perlu didaur ulang menjadi barang-barang yang nilainya lebih rendah atau masih harus bergantung pada bahan pengisi, seperti halnya banyak bahan lain yang didaur ulang menjadi produk. Insentif bagi perusahaan untuk mendaur ulang produk aluminium mereka bukan hanya karena ingin ramah lingkungan, melainkan juga karena perhitungan matematis yang sederhana.
Bagaimana Aluminium Didaur Ulang
Sebuah kaleng yang dibuang ke tempat sampah daur ulang bisa kembali ke rak toko dalam waktu kurang dari sebulan, tergantung seberapa ketat peraturan daur ulang di negara bersangkutan. Bagaimana prosesnya bisa secepat itu? Mari kita lihat bagaimana hal itu terjadi.
Bagaimana Aluminium Didaur Ulang
Langkah 1: Pengumpulan
Semua barang berbahan aluminium Anda, seperti kaleng, loyang pai, dan lembaran aluminium foil, dimasukkan ke dalam tempat sampah masing-masing dan dibawa ke pabrik daur ulang terdekat. Mereka yang pernah menukarkan kaleng-kalengnya menjadi uang di salah satu tempat ini tentu sudah tahu betapa pentingnya memisahkan logam-logam tersebut dan memastikan tidak ada kaleng yang terbuat dari baja. Jika terdapat barang yang tercampur dengan logam lain, barang tersebut harus diproses di fasilitas pengelolaan limbah terpisah yang khusus menangani ekstraksi logam.
Langkah 2: Pemrosesan
Semua sisa aluminium murni diproses melalui jalur daur ulang, yang meliputi pemotongan logam menjadi potongan-potongan lebih kecil, penghilangan label, lapisan, atau kemasan, peleburan, dan pengecoran menjadi ingot raksasa. Setiap tahap berlangsung cukup cepat, karena aluminium memiliki titik leleh yang sangat rendah, jika dibandingkan dengan kebanyakan logam yang digunakan dalam pembuatan barang-barang umum.
Langkah 3: Persiapan untuk Produksi
Setelah aluminium dibentuk menjadi ingot, ingot tersebut siap diolah menjadi lembaran yang dapat dengan mudah diangkut dan diolah menjadi produk baru. Ingot diproses dalam mesin penggulung khusus yang menggunakan kombinasi panas, tekanan tinggi, dan pelumasan khusus yang membantu rol logam raksasa tersebut membentuk ketebalan yang tepat sesuai standar industri. Mesin penggilingan ini tidak memproduksi aluminium foil yang biasa Anda temukan di toko-toko, melainkan potongan-potongan yang mudah dibentuk untuk berbagai macam keperluan bisnis.
Kekuatan Aluminium
Kita telah menyaksikan perkembangan peran aluminium sepanjang masa penggunaannya, baik di sektor konsumen maupun di sektor bisnis. Ambil contoh industri komputer, yang memanfaatkan aluminium tidak hanya untuk membuat komponen di bagian dalam, tetapi juga untuk casing dan cetakan yang indah, yang menciptakan tampilan berdesain ramping dan modern yang seolah-olah menggambarkan masa depan.













No Comments