Pengetahuan tentang Pengecoran - Penghilangan Gas pada Aluminium 1

Pengetahuan tentang Pengecoran - Penghilangan Gas pada Aluminium 1

Proses penghilangan gas dari aluminium didasarkan pada prinsip bahwa gas hidrogen yang terlarut akan berpindah dari daerah dengan konsentrasi tinggi (di dalam logam cair) ke daerah dengan konsentrasi rendah (di dalam gas inert). Gas hidrogen menyebar di dalam logam cair sebagaimana halnya jika dilepaskan di ruang tertutup mana pun. Gas tersebut akan mempertahankan konsentrasi yang konstan di seluruh bagian logam cair. Gas hidrogen dapat berpindah dalam logam cair hampir secepat saat berada di udara. Oleh karena itu, tidak perlu memastikan setiap ons logam bersentuhan langsung dengan gas inert. Efisiensi degassing aluminium ditentukan oleh dua faktor, yaitu laju transfer melintasi antarmuka logam/gas dan luas permukaan total yang tersedia untuk proses transfer.

Sistem penghilangan hidrogen tradisional mengalirkan gas khusus (klorin, freon, atau SF₆) melalui logam untuk mempercepat perpindahan hidrogen melintasi antarmuka logam-gas ke dalam gelembung-gelembung besar. Terdapat batasan praktis dalam penghilangan hidrogen pada hari-hari lembap karena ketika gelembung-gelembung besar tersebut pecah di permukaan, luas permukaan logam yang terpapar pun bertambah, yang kemudian menyerap lebih banyak hidrogen dari atmosfer yang lembap.

Klorin semula merupakan gas pilihan utama, namun karena sifatnya yang berbahaya, sebagian besar pabrik pengecoran beralih ke gas lain. Namun, banyak pabrik pengecoran yang belum mempertimbangkan bahan berbahaya yang dilepaskan akibat teruraianya gas khusus apa pun yang digunakan.

No Comments

Post A Comment