11 Maret Asal-usul dan tradisi naga yang mengangkat kepalanya pada tanggal 2 Februari
Hari kedua bulan Februari, saat naga mengangkat kepalanya, merupakan perayaan rakyat tradisional Tiongkok, yang juga dikenal sebagai Festival Membajak Musim Semi, Festival Pertanian, Festival Qinglong, Festival Naga Musim Semi, dan sebagainya. Asal-usul perayaan ini berkaitan dengan pemahaman astronomi kuno mengenai pergerakan bintang-bintang dan fase-fase matahari dalam pertanian. Secara khusus, “Naga Mengangkat Kepalanya” merujuk pada tujuh bintang Naga Biru Timur di antara dua puluh delapan rasi bintang. Pada awal bulan Mao di pertengahan musim semi setiap tahun (Dou Zhizhidong), “Bintang Tanduk Naga” muncul dari cakrawala timur, sehingga disebut “Naga Mengangkat Kepalanya”.
Selama festival ini, masyarakat memiliki tradisi mencukur rambut mereka, dengan keyakinan bahwa hal itu dapat mendatangkan keberuntungan sepanjang tahun. Selain itu, setiap keluarga menyantap jelly beans, makanan yang terbuat dari kacang tanah dan kedelai yang digoreng dengan gula, yang melambangkan manisnya hidup dan keberuntungan. Dari segi makanan, orang-orang di wilayah utara menyantap pancake musim semi (melambangkan sisik naga), mi (melambangkan kumis naga), wonton (melambangkan buah longan), dan pangsit (melambangkan telinga naga), sedangkan orang-orang di wilayah selatan menyantap “longan”, “longan”, dan “longan”. Adat istiadat seperti “jenggot naga”, “lidah naga”, “telinga naga”, “kulit naga”, “anak naga”, dan “telur naga”.
Secara umum, upacara “Naga Mengangkat Kepalanya” yang diadakan pada tanggal 2 Februari merupakan perayaan yang erat kaitannya dengan hukum alam dan budaya pertanian. Perayaan ini mencerminkan harapan terbaik masyarakat akan cuaca yang baik dan panen yang melimpah.












No Comments