Mekanisme Dispersi Bahan Dispersan dalam Bubur Keramik

Mekanisme Dispersi Bahan Dispersan dalam Bubur Keramik

Dispersan adalah surfaktan yang banyak digunakan, yang secara luas diterapkan dalam pembuatan bubur keramik. Sebagai contoh, pembuatan bubur untuk filter keramik berporis. Penambahan dispersen dalam jumlah yang tepat dapat secara efektif meningkatkan sifat permukaan bubuk, menurunkan viskositas suspensi, serta menghasilkan suspensi dengan reologi yang baik, dispersi yang seragam, kandungan padatan yang tinggi, dan stabilitas yang baik.

Zat ini mencegah terjadinya penggumpalan antar partikel keramik dengan berinteraksi pada permukaan partikel keramik dalam suspensi. Mekanisme kerjanya secara garis besar dapat dibagi menjadi tiga jenis: tolakan elektrostatik, hambatan sterik, dan stabilisasi elektrostatik-sterik.

Dispersan ionik dielektrolisis menjadi ion bermuatan atau gugus hidrofilik dan lipofilik dalam media dispersi air, kemudian teradsorpsi pada permukaan partikel padat untuk membentuk lapisan pelindung bermuatan, yaitu lapisan ganda listrik yang tersebar. Ketika partikel-partikel bermuatan saling berdekatan, lapisan ganda listrik tersebut saling tumpang tindih, potensial listrik meningkat, tolakan elektrostatik meningkat, dan partikel-partikel tersebut sulit untuk bertabrakan dan menggumpal, sehingga berperan sebagai dispersi yang stabil secara elektrostatik.

Struktur molekul polimer non-ionik bermolekul tinggi terdiri dari gugus penambat dan rantai pelarut. Gugus penambat teradsorpsi pada permukaan partikel padat, dan rantai pelarutannya mengembang sepenuhnya di dalam medium untuk membentuk lapisan penghambat sterik guna mencegah flokulasi dan aglomerasi partikel padat, sehingga mencapai efek penghambatan sterik.

Polielektrolit teradsorpsi secara elektrolitik pada permukaan partikel dalam medium dispersi air. Lapisan molekul polimer bermuatan tidak hanya dapat menolak ion-ion di sekitarnya melalui tolakan elektrostatik akibat muatannya sendiri, tetapi juga memanfaatkan hambatan sterik dari rantai pelarut untuk membuat partikel-partikel tersebut saling memantul. Dengan demikian, terciptalah efek stabilisasi akibat hambatan sterik elektrostatik.

Tags:
No Comments

Post A Comment