23 Desember Filter Pengecoran Hindalco Industries
Filter Pengecoran dari Hindalco Industries dapat secara efektif menghilangkan segala jenis inklusi dalam cairan aluminium, dan tingkat kehalusannya dapat mencapai tingkat mikron, sehingga aliran air aluminium menjadi aliran laminar yang halus, yang mendukung proses perforasi.
Pengotor-pengotor ini biasanya menimbulkan gelembung dan inklusi pada lempengan, yang sangat memengaruhi kemurnian logam cair, yang pada gilirannya memengaruhi kinerja pemrosesan, sifat mekanis, ketahanan terhadap korosi, serta kualitas penampilan produk.
Saat ini, terdapat banyak cara untuk menghilangkan zat-zat berbahaya tersebut dan memurnikan aluminium cair.
Berdasarkan perbedaan metode yang digunakan, metode-metode ini dapat dikelompokkan menjadi dua kategori: pemrosesan di dalam tungku dan pemrosesan berkelanjutan di luar tungku (yaitu pemrosesan secara online).
Berdasarkan fungsinya, proses ini dapat dibagi menjadi degassing utama atau penghilangan terak. Produsen filter pengecoran keramik (www.adtechamm.com) memperkenalkan metode filtrasi berkelanjutan terhadap aluminium cair menggunakan pelat filter keramik berbusa. Pada proses pengolahan berkelanjutan eksternal, operasi pemurnian utamanya adalah penghilangan terak.
Dimensi filter busa keramik
660x660x50 (26 inci)
584x584x50 (23 inci)
508x508x50 (20 inci)
432x432x50 (17 inci)
381x381x50 (15 inci)
305x305x50 (12 inci)
228x228x50 (9 inci)
178x178x50 (7 inci)
Filter busa keramik Ukuran Poros (PPI): 10/20/30/40/50/60
Filter Foundry 30 ppi dan 40 ppi adalah yang paling umum digunakan filter busa keramik di industri pengecoran aluminium.
Pengecoran aluminium biasa umumnya menggunakan pelat filter keramik dengan kepadatan 10–40 ppi.
Industri penerbangan dan bahan aluminium berkualitas tinggi biasanya menggunakan pelat filter keramik dengan kepadatan 30–60 ppi.
Filter Pengecoran Hindalco Industries memiliki struktur jaringan yang kokoh, yang mampu menahan perbedaan tekanan pada permukaan cairan logam serta pengaruh aliran logam, namun bersifat rapuh dan mudah patah. Hal ini disebabkan oleh komposisi bahan yang tepat, kualitas yang seragam, luas permukaan yang besar, serta efek penyaringan yang sangat baik.
Filter cor 30 ppi dan 40 ppi biasanya menggunakan busa poliuretan sebagai media pembawa dan direndam dalam bubur keramik yang terbuat dari bubuk halus (seperti bahan pembantu sintering agregat tahan api, pengikat, dan air), kemudian bubur yang berlebih diperas. Bahan keramik di sekitar serat busa tersebut dikeringkan, dibakar, dan disinter pada suhu tinggi, hingga akhirnya menghasilkan produk keramik berbusa.
Karena suhu pengecoran paduan logam tersebut berbeda-beda, maka saat proses pengecoran sebaiknya digunakan filter keramik berbahan busa yang terbuat dari bahan tahan api.
Untuk mengatasi masalah ini, sebuah saringan sederhana yang terbuat dari jaring kawat, pelat baja berlubang, dan sebagainya, dipasang ke dalam sistem saluran tuang guna menyaring kotoran sejak awal.
Digunakan untuk filter internal dengan struktur dua dimensi, seperti serat jarum silikat dan serat nitrida boron.
Saat ini, filter busa keramik memanfaatkan ukuran pori-pori untuk secara mekanis menyaring partikel-partikel oksida campuran yang lebih besar, serta lapisan endapan saringan untuk menyaring partikel-partikel oksida campuran yang lebih kecil.
Selain itu, sistem ini juga memiliki fungsi adsorpsi dan pemurnian. Lini produksi yang menggunakan filter busa keramik ini secara signifikan meningkatkan hasil produksi coran.















No Comments