17 November Filter Foundry 30 ppi dan 40 ppi
Filter Foundry 30 ppi dan 40 ppi merupakan elemen filter yang cukup penting dalam industri pengecoran aluminium. Digunakan untuk menyaring dan memurnikan logam cair aluminium, sehingga menjamin kualitas yang tinggi untuk paduan aluminium
Pengetahuan mengenai pelat filter keramik sangat erat kaitannya dengan kehidupan kita semua. Saya yakin semua orang sudah mengenal pelat filter keramik. Pelat filter keramik dibedakan menjadi: pelat filter keramik Filter-PZr dan pelat filter keramik Filter-PAL. Model-model tersebut juga sering disebut sebagai filter keramik, pelat keramik, pelat, atau pelat filter, dan sebagainya.
Fitur utama Foundry Filter
1. Tingkat ketelitian penyaringan mencakup penyaringan halus, mikrofiltrasi, ultrafiltrasi, nanofiltrasi, dan osmosis terbalik, dengan hasil yang memuaskan.
2. Kekuatan mekanis tinggi, anti-penggumpalan.
3. Efisiensi tinggi, hasil produksi tinggi, jaring saringan yang tersusun rapi dan indah, seragam serta rapi.
Dimensi filter busa keramik
660x660x50 (26″)
584x584x50 (23″)
508x508x50 (20″)
432x432x50 (17″)
381x381x50 (15″)
305x305x50 (12″)
228x228x50 (9″)
178x178x50 (7″)
Ukuran pori (PPI) pada filter busa keramik: 10/20/30/40/50/60
Terdapat lapisan silikat aluminium setebal 8 mm di sekeliling pelat filter keramik untuk menyegel bagian yang bersentuhan antara pelat filter dan kotak filter guna memastikan tidak ada kebocoran cairan aluminium.
Pengecoran aluminium biasa umumnya menggunakan pelat filter keramik dengan kepadatan 10–40 ppi.
Industri penerbangan dan bahan aluminium berkualitas tinggi biasanya menggunakan pelat filter keramik dengan kepadatan 30–60 ppi.
Oleh karena itu, Filter Busa Keramik 30ppi dan 40ppi Foundry merupakan filter busa keramik yang paling umum digunakan dalam industri pengecoran aluminium.
Filter Keramik Berbusa digunakan terutama dalam proses pengecoran untuk memurnikan paduan cair yang akan dicor serta mengurangi atau menghilangkan berbagai inklusi non-logam dan masalah pelepasan gas selama proses pengecoran.
Limbah pengecoran yang disebabkan oleh cacat pengecoran, seperti inklusi non-logam, mencapai 50%-60% dari jumlah total produk limbah.
Seiring dengan meningkatnya berbagai biaya, kerusakan pada lingkungan eksternal yang disebabkan oleh pembuangan limbah berlebih dapat diprediksi, dan cacat inklusi tidak hanya berdampak serius terhadap sifat mekanis serta kinerja pengecoran, tetapi juga menimbulkan dampak merugikan terhadap proses pemotongan dan penampilan hasil coran.














Sorry, the comment form is closed at this time.