23 Juli Pelat Filter Keramik
Pelat Filter Keramik
Istilah umum untuk paduan berbasis aluminium yang terbuat dari aluminium.
Unsur-unsur paduan utamanya adalah tembaga, silikon, magnesium, seng, dan mangan. Unsur-unsur paduan sekundernya adalah nikel, besi, titanium, kromium, dan litium.
Paduan aluminium memiliki kepadatan rendah, namun kekuatan tinggi—mendekati atau bahkan melebihi baja berkualitas tinggi—serta plastisitas yang baik; dapat diolah menjadi berbagai profil, dan memiliki konduktivitas listrik, konduktivitas termal, serta ketahanan terhadap korosi yang sangat baik. Bahan ini banyak digunakan di industri dan menempati urutan kedua setelah baja dalam hal penggunaan.
Paduan aluminium adalah salah satu jenis bahan struktural logam non-besi yang banyak digunakan di industri, khususnya di bidang penerbangan, antariksa, otomotif, manufaktur mesin, dan pembangunan kapal.
Proses peleburan dan pengecoran paduan aluminium merupakan tahap utama dalam produksi pengecoran.
Mengawasi secara ketat seluruh proses peleburan dan pengecoran, serta berperan penting dalam mencegah cacat pengecoran seperti lubang jarum, inklusi, pengecoran yang tidak merata, retakan, pori-pori, dan penyusutan.
Karena logam aluminium cair memiliki kecenderungan yang tinggi untuk menyerap hidrogen, memiliki daya oksidasi yang kuat, dan mudah melarutkan besi, maka perlu diambil langkah-langkah pencegahan yang sederhana namun hati-hati dalam proses peleburan dan pengecoran untuk menghasilkan coran berkualitas tinggi.
Karakteristik Pelat Filter Keramik
Pelat Filter Keramik Dapat secara efektif menghilangkan inklusi berukuran besar dalam cairan aluminium serta menyerap partikel inklusi halus berukuran mikron, yang berperan dalam meningkatkan kualitas permukaan, kinerja produk, dan mikrostruktur, serta meningkatkan tingkat hasil produksi. Teknologi ini banyak digunakan dalam bidang produksi profil aluminium, foil aluminium, dan paduan aluminium.
Proses produksi pelat filter keramik
Filter Busa Keramik menggunakan busa organik dengan struktur jaring tiga dimensi dan pori-pori yang saling terhubung sebagai media pembawa untuk meresap ke dalam bubur keramik khusus yang memiliki sifat tiksotropik.
Proses ekstrusi rol khusus digunakan untuk menyebarkan bubur keramik secara merata ke rangka pembawa, yang kemudian dipanggang dan dikeraskan pada suhu tinggi.
Cara Penggunaan Pelat Filter Keramik
1. Bersihkan kotak filter.
2. Letakkan dengan hati-hati pelat saringan masukkan ke dalam kotak filter, lalu tekan gasket penyegel di sekeliling pelat filter dengan tangan Anda untuk mencegah aliran aluminium cair ke samping.
3. Panaskan kotak filter dan pelat filter secara merata agar suhunya mendekati suhu aluminium cair. Pemanasan awal ini dilakukan untuk menghilangkan kelembapan dan memperlancar proses filtrasi awal yang berlangsung seketika. Pemanasan awal dapat dilakukan dengan pemanas listrik atau gas. Biasanya, proses ini memakan waktu sekitar 15–30 menit.
4. Saat mengamati perubahan ketinggian tekanan hidraulik pada aluminium, ketinggian tekanan awal yang normal adalah 100–150 mm. Ketika aliran aluminium mulai mengalir, ketinggian tekanan akan turun sekitar 75–100 mm, kemudian ketinggian tekanan akan perlahan-lahan meningkat.
5. Selama proses penyaringan normal, hindari benturan atau getaran pada pelat penyaring. Sementara itu, saluran aliran harus diisi dengan campuran aluminium-air untuk menghindari gangguan yang terlalu besar pada campuran tersebut.
6. Keluarkan pelat saringan dan bersihkan kotak saringan setelah proses penyaringan selesai.
Transmisi cahaya pada pelat filter keramik
Transmisi cahaya mengacu pada luas penyaringan efektif dari pelat filter busa keramik.
Semakin tinggi tingkat transmisi cahaya, semakin sedikit jumlah lubang buta, dan semakin efektif fungsi lubang penyaring.
Pelat filter keramik berbahan busa yang akan diuji diletakkan di atas kotak cahaya yang dilengkapi dengan bola lampu pijar 200 W, dan pelat plastik persegi transparan dengan kain berukuran persegi seragam 5,0 × 5,0 mm digunakan untuk mengukur transmisi cahaya pada permukaan luas pelat filter tersebut.
Untuk menghitung tingkat transmisi cahaya pada pelat filter yang diuji.
Dalam standar ini, transmisi cahaya (tingkat tembus cahaya) pelat filter harus lebih dari 95%.













Sorry, the comment form is closed at this time.