Mekanisme pemurnian pada filter keramik berbusa

Mekanisme pemurnian pada filter keramik berbusa

Yang filter keramik berbusa dapat secara efektif menyaring inklusi dalam logam cair, serta meningkatkan kualitas pengecoran dan hasil produksi. Penelitian mengenai mekanisme pemurnian filter keramik berbusa dapat memberikan landasan teoretis bagi pengembangan dan penerapan filter tersebut.

Setelah mekanisme pemisahan apung menempatkan filter busa keramik alumina, dalam sistem saluran tuang, hambatan aliran logam meningkat dan logam cair memenuhi sistem saluran tuang, sehingga sistem saluran tuang dapat menjalankan fungsi penahan terak. Pada saat yang sama, aliran logam cair yang disuntikkan dari saluran utama (sprue) dibatasi melalui filter, dan logam cair tersebut untuk sementara waktu tertahan di dalam saluran utama. Terak dengan kepadatan rendah mengapung dan terpisah, sehingga menghasilkan efek yang sama seperti pada sistem penuangan bagian bawah. Ketika logam cair terus dituangkan melalui filter keramik berbusa, di satu sisi, terak dengan kepadatan rendah mengapung ke atas, sementara di sisi lain, pusaran arus berkurang secara efektif atau bahkan dihilangkan.
Filter keramik berbusa dengan mekanisme “filter cake” ini memiliki saluran zigzag yang dapat secara efisien menyaring terak secara mekanis. Banyak inklusi yang ukurannya lebih besar dari pori-pori filter terperangkap di bagian masuk filter. Seiring bertambahnya jumlah inklusi yang terperangkap, terbentuklah “filter cake” yang terdiri dari inklusi-inklusi besar di permukaan ujung masuk filter. “Filter cake” ini membuat aliran fluida menjadi lebih halus, sehingga inklusi yang ukurannya lebih kecil dari ukuran jaring filter juga tertangkap sebagian pada “filter cake” tersebut.

Mekanisme pemurnian pada filter keramik berbusa

Mekanisme pemurnian pada filter keramik berbusa

Filter dengan mekanisme adsorpsi ditempatkan di saluran melintang atau saluran bagian dalam rongga cetakan, dan proses penyaringan ini termasuk dalam kategori penyaringan dalam. Ketika aliran cairan pertama mencapai permukaan ujung masuk filter, akan terjadi adsorpsi antara aliran cairan dan kisi busa, dan pada saat yang sama, akan terjadi fenomena “benturan” dari aliran cairan tersebut. Filter itu sendiri juga memiliki fungsi untuk menghalangi aliran. Di bawah tekanan tertentu, beberapa titik pengotor mudah dilumasi dan diserap karena hubungan “korespondensi koheren” yang erat antara inklusi dan kisi keramik busa padat. Adsorpsi ini terutama didasarkan pada adsorpsi fisik dari beberapa lapisan molekul tanpa seleksi, dengan inklusi yang menempel lapis demi lapis pada jaring filter hingga tersumbat.