28 Oktober Filter Keramik Aluminium Indonesia
Filter Keramik Aluminium Indonesia terutama digunakan untuk menyaring aluminium dan paduannya di pabrik pengecoran dan bengkel pengecoran.
Filter Asian Foundry memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap erosi dan korosi akibat aluminium cair, dapat secara efektif menghilangkan inklusi, mengurangi gas yang terperangkap, serta menghasilkan aliran laminar, sehingga logam yang telah disaring menjadi lebih bersih.
Logam yang lebih bersih akan menghasilkan coran berkualitas lebih tinggi, limbah yang lebih sedikit, dan cacat inklusi yang lebih sedikit, yang semuanya berkontribusi pada peningkatan laba.
Penyaringan keramik alumina
Filter Keramik Aluminium Indonesia diproduksi berdasarkan struktur pembawa berbentuk jaringan padat dan pori-pori busa organik komposit.
Proses produksinya adalah sebagai berikut. Media penopang dimasukkan ke dalam bubur alumina tiksotropik, dan digunakan proses ekstrusi otomatis dengan koreksi bentuk persegi agar bubur tersebut mengendap secara merata di dalam kerangka busa media penopang. Setelah dikeringkan dan mengeras, media penopang dipanggang hingga menjadi produk jadi. Suhu tinggi sebesar 1180℃.
Penyaringan keramik alumina
Dipasang di dalam wadah filter untuk menyaring kotoran dalam paduan aluminium cair guna memenuhi persyaratan produksi pengecoran presisi paduan aluminium yang memiliki nilai tambah tinggi dan kinerja teknis unggul, seperti hard disk komputer, substrat PS untuk percetakan, bahan kaleng, bilah kipas mesin turbojet, dan sebagainya.
Berita dari Jakarta, 22 Januari. Oggy Achmad Kosasih, presiden direktur perusahaan peleburan milik negara Indonesia, Inalum (PT Indonesia Asahan Aluminium), mengatakan dalam sebuah wawancara pada hari Rabu bahwa perusahaan berencana meningkatkan kapasitas peleburan aluminiumnya dari 250.000 ton per tahun saat ini menjadi 1 juta ton per tahun.
Dia mengatakan bahwa perusahaan berencana membangun pabrik peleburan baru dengan kapasitas produksi tahunan sebesar 500.000 ton di Kalimantan Utara, Indonesia. Proyek pabrik peleburan tersebut saat ini masih dalam tahap studi kelayakan dan diperkirakan akan menelan biaya hingga 2 miliar dolar AS. Pembangunannya akan memakan waktu “beberapa tahun” hingga selesai.
Dia juga mengatakan bahwa perusahaan tersebut berencana untuk menggandakan kapasitas pabrik peleburan Kuala Tanjung di Sumatera Utara menjadi 500.000 ton per tahun.
Dia mengatakan bahwa pasokan listrik bagi perusahaan tersebut akan menambah kapasitas sebesar 200 megawatt.
Perusahaan tersebut berencana memproduksi sekitar 235.000 ton aluminium tahun ini dan akan meningkatkan produksinya menjadi 300.000 ton pada tahun 2020.
terjemahan ke dalam bahasa Indonesia
Berita dari Jakarta, 22 Januari. Oggy Achmad Kosasih, Presiden Direktur Inalum, PT Indonesia Asahan Aluminium, mengatakan dalam sebuah wawancara pada hari Rabu bahwa perusahaan berencana untuk meningkatkan kapasitas produksi.
Dia mengatakan bahwa perusahaan berencana membangun pabrik peleburan baru dengan kapasitas produksi tahunan sebesar 500.000 ton di wilayah Kalimantan Utara, yang saat ini sedang dalam tahap studi kelayakan dan diperkirakan akan menelan biaya hingga ”dokan” saiber tahap miliar.
Dia juga mengatakan bahwa perusahaan tersebut berencana untuk menggandakan kapasitas pabrik peleburan Kuala Tanjung di Sumatera Utara menjadi 500.000 ton per tahun.
Dia mengatakan, pasokan listrik perusahaan akan bertambah sebesar 200 megawatt lagi.
Perusahaan berencana memproduksi sekitar 235.000 ton aluminium tahun ini dan selanjutnya meningkat menjadi 300.000 ton pada tahun 2020.














No Comments