Filter Busa Keramik Inalum Aluminium

Filter Busa Keramik Inalum Aluminium

Filter Busa Keramik Inalum Aluminium

Filter Keramik Busa Inalum Aluminium dapat menghilangkan inklusi non-logam dalam lelehan aluminium. Inklusi dalam lelehan tersebut biasanya terdiri dari oksida logam, serpihan bahan tahan api, dan partikel asing.

Inalum Aluminium melakukan pemanasan awal terhadap Filter Keramik Busa sebelum digunakan, yang membantu proses sirkulasi udara pada pelat filter, dapat menghilangkan kelembapan di dalam Filter Keramik Busa Inalum Aluminium dan CFF Casthouse, serta dapat mengurangi guncangan termal dan melindungi CFF Casthouse dari kerusakan.
Anda dapat menggunakan penutup pemanas listrik atau memasang pembakar di saluran keluar CFF Casthouse untuk pemanasan awal, dan pelat saring dapat dipanaskan terlebih dahulu hingga suhu sedikit di atas 370℃.

Filter Busa Keramik Inalum Aluminium

Ukuran Pori Filter Keramik Busa (PPI): 10/20/30/40/50/60

Filter Foundry 30 ppi dan 40 ppi merupakan filter busa keramik yang paling umum digunakan dalam industri pengecoran aluminium.
Pengecoran aluminium biasa umumnya menggunakan pelat filter keramik dengan kepadatan 10–40 ppi.
Industri penerbangan dan bahan aluminium berkualitas tinggi biasanya menggunakan pelat filter keramik dengan kepadatan 30–60 ppi.

Filter Keramik Busa pada dasarnya dibagi menjadi 6 ukuran pori: 10PPI, 15PPI, 20PPI, 25PPI, 30PPI, dan 40PPI. Semakin besar angkanya, semakin kecil ukuran lubangnya. Namun, dalam praktiknya, keempat jenis tersebut—10PPI, 20PPI, 30PPI, dan 40PPI—dapat memenuhi kebutuhan pelanggan.

Pemilihan bukaan lensa
1. Pengecoran: 10–25 ppi
2. Pengecoran semi-kontinu: 30–60 ppi
3. Aluminium atau lembaran berkualitas tinggi: 50–60 ppi
4. Pengecoran dan penggulungan berkelanjutan: 50~60p

PT Indonesia Asahan Aluminum (Persero) atau INALUM menyelenggarakan Simposium Inovasi Teknologi (TIS) Tahunan ke-21. Pada hari Rabu (30/6), sebanyak 4 tim inovasi menyampaikan presentasi dan mengikuti kompetisi di hadapan dewan juri, di hadapan sekitar 400 penonton yang terdiri dari jajaran manajemen dan keluarga besar Perusahaan Holding Pertambangan Indonesia (MIND ID), perusahaan induk INALUM, siswa SMA dan SMK di sekitar perusahaan, serta dosen dan mahasiswa dari beberapa universitas ternama di Sumatera Utara.

Memanfaatkan kesempatan ini, Orias Petrus Moedak, CEO MIND ID Group, menyampaikan harapannya terkait implementasi TIS. “Saya berharap melalui acara inovasi ini, kita dapat terus belajar dan menjadi lebih baik, karena inovasi juga berasal dari cara kita belajar dari kesalahan di masa lalu dan memperbaikinya agar menjadi lebih baik di masa depan,” kata Orias.

Sophia I. Wattimena, Direktur Utama INALUM, juga berharap agar kegiatan TIS yang telah dilaksanakan sejak tahun 2005 dapat terus berlanjut di masa depan. “Pada TIS 2021 kali ini, terkumpul 22 inovasi, termasuk 12 inovasi di bidang operasional dan 10 inovasi di bidang manajemen. Saya berharap kegiatan TIS dapat terus berkembang dan menumbuhkan para inovator yang unggul. Mereka dapat bersaing di tingkat global,” kata Sophia.

Selain itu, pada kesempatan yang sama, Doni Monardo, Presiden dan Komisaris MIND ID, mengatakan bahwa inovasi yang dihasilkan oleh TIS dapat bersinergi dengan semua pihak. “Semoga inovasi yang lahir di TIS dapat bersinergi dengan semua elemen pemangku kepentingan yang relevan, sehingga inovasi yang diusulkan dapat berjalan dengan baik dan dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.

Pada TIS ke-21, 4 karya inovatif terbaik lolos seleksi dan dianugerahi penghargaan pada hari H. CEO TIS, Edi Mugiono, juga melaporkan hasil seleksi yang dilakukan pada TIS ke-21 dalam kesempatan ini. “Penerapan ide, orisinalitas ide, struktur penulisan, struktur presentasi, dampak inovasi, dan cara menerapkannya telah melalui proses seleksi yang panjang, dan akhirnya empat judul inovasi terbaik telah ditentukan melalui rapat tersebut. Anda dapat berpartisipasi dalam kegiatan TIS. Tunjukkan pada hari H,” jelas Eddie.

Pada TIS ke-21, empat juri turut serta dalam penilaian terhadap empat inovasi yang bersaing, yaitu Sitta Rosdaniah, Koordinator Departemen Analisis Ekonomi dan Industri Kementerian Badan Usaha Milik Negara, serta Dr. Ir., Dekan Fakultas Teknik USU. Fahmi, ST, M.Sc, IPM, MIND ID Dany Amrul Ichdan, Direktur Hubungan Kelembagaan, dan Sophia I. Wattimena, Direktur Utama INALUM. Acara TIS ke-21 ini juga diselingi dengan kuis daring yang melibatkan penonton serta pemungutan suara untuk moderator terpopuler. Di akhir acara, diumumkan hasil TIS ke-21, yaitu Dhiya Irfano Azmi dengan judul inovatif “Pemasangan sistem pendingin oli eksternal dan pengumpul debu di Pembangkit Listrik Siguragura dan Pembangkit Listrik Tangga untuk meningkatkan ketersediaan pembangkit listrik”.

Sebagai informasi, Simposium Inovasi Teknologi (TIS) ini merupakan agenda tahunan INALUM sejak tahun 2005, di mana inovasi yang dihasilkan oleh karyawan INALUM tidak hanya dipamerkan secara internal, tetapi juga kepada komunitas akademis di sekitar perusahaan.

No Comments

Post A Comment