Penghalusan Butir pada Paduan Aluminium

Penghalusan Butir pada Paduan Aluminium

Penghalusan Butir pada Paduan Aluminium

Penyempurnaan Butiran Paduan Aluminium adalah fluks granular paduan aluminium, yang dibuat dengan mencampurkan berbagai garam anorganik setelah melalui proses pengeringan dalam perbandingan tertentu. Bahan ini terutama digunakan untuk menghilangkan hidrogen dan terak teroksidasi yang mengapung di dalam cairan aluminium.

Fungsi: Penghalusan butiran terutama digunakan untuk menghilangkan hidrogen dan terak teroksidasi yang mengapung dalam cairan aluminium, sehingga cairan aluminium menjadi lebih murni, dan proses ini juga berfungsi sebagai agen pembersih terak.
Ciri-ciri: Beberapa komponen dalam bahan pemurnian mudah terurai pada suhu tinggi, dan gas yang dihasilkan rentan terhadap reaksi hidrogen, serta memiliki daya adsorpsi yang kuat terhadap inklusi terak, dan dengan cepat keluar dari cairan logam. Komponen lainnya juga memiliki fungsi sebagai bahan pembersih terak.

Penghalusan Butir pada Paduan Aluminium

Penghalusan Butir pada Paduan Aluminium adalah produk yang digunakan dalam produksi dan pengolahan produk-produk aluminium. Produk ini dapat secara efektif memurnikan dan meningkatkan kemurnian aluminium. Produk ini banyak digunakan dalam produksi produk-produk aluminium industri sehari-hari, tetapi seberapa banyak yang Anda ketahui tentang bahan pemurnian? Selanjutnya, redaksi akan memperkenalkan secara singkat komposisi dan sifat-sifat kimia dari Penghalusan Butir pada Paduan Aluminium, agar semua orang dapat memiliki pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai bahan pemurnian tersebut.

Bahan yang disebut sebagai agen pemurnian ini terdiri dari klorida dan fluorida logam alkali serta logam alkali tanah. Komponen utamanya adalah KCl, NaCl, NaF, CaF₂, Na₃AlF₆, Na₂SiF₆, dll., di mana garam klorida relatif umum digunakan sebagai bahan pemurnian aluminium cair. Salah satu jenis campuran garam, yaitu campuran 45% NaCl + 55% KCl, banyak digunakan karena kemampuannya yang kuat dalam membasahi alumina padat.

Selain itu, pada suhu peleburan, jumlah natrium klorida dan kalium klorida yang ditambahkan lebih kecil daripada berat jenis cairan peleburan, sehingga kedua zat tersebut dapat menyebar dengan baik di permukaan cairan peleburan, dan lebih mudah untuk memecah serta menyerap lapisan oksida pada permukaan cairan peleburan. Jika hanya kedua klorida ini yang digunakan untuk proses penghancuran, kecepatannya akan relatif lambat, sehingga diperlukan pengadukan manual, yang sangat melelahkan.

Tentu saja, bahan pengolah dalam proses peleburan juga perlu ditambahkan garam fluorida, yang tidak hanya dapat berfungsi sebagai agen pemurnian, tetapi juga menyerap dan melarutkan aluminium oksida, karena garam fluorida bereaksi dengan logam cair untuk membentuk senyawa gas seperti AlF, SiF₄, BF₃, dan sebagainya. Tindakan mekanis dapat digunakan untuk memisahkan lapisan oksida aluminium dari lelehan aluminium, dan lapisan oksida tersebut akan diperas dan didorong ke dalam pelarut.

Setiap komponen bahan pemurnian memiliki fungsi masing-masing dan memainkan peran penting dalam proses peleburan produk aluminium.

Terdapat berbagai jenis fluks paduan aluminium yang digunakan dalam proses peleburan paduan aluminium, yang dapat dibagi menjadi dua kategori: agen penutup (fluks untuk mencegah oksidasi dan pembakaran cairan logam serta berfungsi sebagai getter) dan agen pemurnian (fluks untuk penghilangan gas dan penghilangan inklusi). Agen penutup dan agen pemurnian yang digunakan pada paduan aluminium yang berbeda pun berbeda.

Namun, penghalusan butir paduan aluminium yang digunakan dalam proses peleburan paduan aluminium harus memenuhi syarat-syarat berikut:
1. Titik lelehnya harus lebih rendah daripada suhu leleh paduan aluminium.
2. Berat jenisnya harus lebih kecil daripada berat jenis paduan aluminium.
3. Fluks paduan aluminium dapat menyerap dan melarutkan inklusi dalam cairan logam, serta dapat menghilangkan gas dari cairan logam tersebut.
4. Bahan tersebut tidak boleh bereaksi secara kimiawi dengan logam dan lapisan tungku. Jika bereaksi dengan logam, reaksi tersebut hanya boleh menghasilkan gas inert yang tidak larut dalam logam, dan fluks paduan aluminium harus tidak larut dalam logam cair.
5. Sifat higroskopisnya harus rendah, dan tekanan uapnya harus rendah.
6. Bahan tersebut tidak boleh mengandung atau menghasilkan zat pengotor dan gas yang berbahaya.
7. Cairan tersebut harus memiliki viskositas dan kelancaran yang tepat.

No Comments

Post A Comment