1 Maret Peralatan Penghilang Gas
Peralatan penghilang gas juga dikenal dengan nama: mesin penghilang terak air aluminium, mesin penghilang gas untuk pemurnian, mesin penghilang hidrogen, pemurni cairan aluminium, mesin penghilang hidrogen dari air aluminium, mesin penghilang gas untuk pemurnian paduan aluminium, mesin penghilang hidrogen, mesin penghilang gas dari aluminium cair, deaerator aluminium cair, penghilang terak, deaerator air aluminium tetap, deaerator air aluminium bergerak, deaerator air aluminium yang diangkat, deaerator air aluminium tipe semprotan bubuk, mesin penghilang gas dan terak tipe bubuk bergerak, mesin pemurnian aluminium cair, mesin penghilang gas aluminium cair, mesin penghilang gas tungku cawan lebur, mesin penghilang gas tungku kolam, mesin penghilang gas tungku peleburan, mesin penghilang gas tungku peluncuran, dan subkontrak aluminium cair mesin penghilang gas, Mixer penghilang gas, peralatan pemurnian aluminium cair, alat penghilang terak cair tembaga, dan sebagainya.
Kunci proses penghilangan gas pada Peralatan Penghilang Gas yaitu bahwa rotor dapat memecah gelembung-gelembung besar gas inert yang masuk menjadi gelembung-gelembung kecil dan menyebarkannya ke seluruh logam cair.
Dengan memperkecil diameter gelembung, luas permukaan gas inert meningkat secara drastis, sehingga lebih banyak permukaan gas inert yang bersentuhan dengan hidrogen dan pengotor dalam logam cair, dan hidrogen maupun pengotor tersebut terpisahkan dari aluminium cair saat gelembung-gelembung tersebut naik ke permukaan.
Pengendalian aliran gas inert yang masuk ke dalam aluminium cair dapat disesuaikan sesuai dengan volume cairan logam yang akan diproses. Kecepatan batang berputar dan rotor dapat disesuaikan untuk menghasilkan gelembung dengan ukuran yang sesuai guna memudahkan difusi gas inert.
Baik argon maupun nitrogen dapat digunakan sebagai gas inert untuk menghilangkan gas dari aluminium cair. Kemurnian gas inert tersebut harus di atas 99,99%.
Penghilangan gas adalah proses penyemprotan gas inert ke dalam aluminium cair untuk menghilangkan hidrogen.
Selain itu, proses degassing juga dianggap sebagai cara yang sangat efektif untuk memisahkan kotoran.
Telah diajukan dua model teoretis utama untuk menjelaskan prinsip degassing.
Model makro tersebut mengasumsikan bahwa proses penghilangan setiap pengotor memiliki sifat yang serupa.
Model mikroskopis, yaitu, menurut teori ini, akibat tekanan uap hidrogen yang lebih tinggi, hidrogen terlarut berdifusi ke dalam cairan aluminium yang disuntikkan. Secara teoritis, setelah inklusi berdiameter 10 mikron bersentuhan dengan gelembung, inklusi tersebut teradsorpsi pada gelembung dan mengapung ke permukaan cairan.















No Comments