Sistem Pemurnian Aluminium

Sistem Pemurnian Aluminium

Sistem Pemurnian Aluminium

Sistem Pemurnian Aluminium penghilang gas tipe rotari menggunakan rotor yang berputar dengan kecepatan tinggi dan menyemprotkan gas inert untuk memecah gelembung-gelembung gas inert berukuran besar menjadi gelembung-gelembung sangat halus, serta menyebarkannya secara merata di dalam logam cair.
Dengan mengurangi diameter gelembung, luas permukaan total gelembung-gelembung tersebut meningkat secara tajam, sehingga memungkinkan lebih banyak permukaan gelembung yang inert bersentuhan dengan hidrogen dan kotoran dalam logam cair untuk membawa zat-zat berbahaya tersebut ke permukaan cairan.

Kunci dari proses penghilangan gas pada Sistem Pemurnian Aluminium adalah kemampuan rotor untuk memecah gelembung-gelembung besar gas inert yang masuk menjadi gelembung-gelembung yang sangat kecil, lalu menyebarkannya ke seluruh logam cair.
Dengan memperkecil diameter gelembung, luas permukaan gas inert meningkat secara drastis, sehingga lebih banyak permukaan gas inert yang bersentuhan dengan hidrogen dan pengotor dalam logam cair, dan hidrogen maupun pengotor tersebut terpisahkan dari aluminium cair saat gelembung-gelembung tersebut naik ke permukaan.

Pengaturan aliran gas inert yang masuk ke dalam aluminium cair dapat disesuaikan sesuai dengan volume logam cair yang akan diproses. Kecepatan batang putar dan rotor dapat disesuaikan untuk menghasilkan gelembung dengan ukuran yang sesuai guna mempermudah difusi gas inert.

Baik argon maupun nitrogen dapat digunakan sebagai gas inert untuk menghilangkan gas dari aluminium cair. Kemurnian gas inert tersebut harus di atas 99,99%.

Penghilangan gas adalah proses penyemprotan gas inert ke dalam aluminium cair untuk menghilangkan hidrogen.
Selain itu, proses degassing juga dianggap sebagai cara yang sangat efektif untuk memisahkan kotoran.
Telah diajukan dua model teoretis utama untuk menjelaskan prinsip degassing.
Model makro tersebut mengasumsikan bahwa proses penghilangan setiap pengotor memiliki sifat yang serupa.
Model mikroskopis, yaitu, menurut teori ini, karena tekanan uap hidrogen yang lebih tinggi, hidrogen terlarut berdifusi ke dalam gas cair aluminium yang disuntikkan.
Secara teoritis, setelah partikel dengan diameter 10 mikron bersentuhan dengan gelembung, partikel tersebut akan teradsorpsi pada gelembung dan mengapung ke permukaan cairan.

Sistem Pemurnian Aluminium

No Comments

Post A Comment