20 Oktober Pengecoran Filter Busa Keramik
Pengecoran dengan Filter Busa Keramik terutama digunakan untuk penyaringan dan pemurnian cairan aluminium dan paduan logam di bengkel pengecoran, dengan ketahanan yang sangat baik terhadap korosi serta korosi yang ditimbulkan oleh cairan aluminium.
Proses ini dapat secara efektif menghilangkan inklusi, mengurangi gas yang terperangkap, menghasilkan aliran laminar, dan logam yang telah disaring menjadi jauh lebih bersih.
Logam yang lebih bersih menghasilkan coran berkualitas lebih tinggi, limbah yang lebih sedikit, dan cacat inklusi yang lebih sedikit, yang semuanya berkontribusi terhadap laba bersih.
Tujuan:Filter Busa Keramik digunakan untuk menyaring terak aluminium
●Mengurangi limbah yang terkait dengan inklusi
●Mengurangi biaya yang terkait dengan cacat inklusi
●Meningkatkan kecepatan ekstrusi atau penggulungan serta meningkatkan produktivitas
●Meningkatkan fleksibilitas pengecoran, paduan mudah diganti
●Dilarang menjepit logam
Fitur produk Filter Busa Keramik untuk Pengecoran
●Toleransi dimensi yang unggul
●Komposisi kimia yang stabil
●Efisiensi filtrasi tertinggi
●Kekuatan yang sangat baik
●Tahan terhadap korosi akibat aluminium cair dan paduannya
●Bagian miring dan gasket yang dapat dikompresi
Dimensi filter busa keramik
660x660x50 (26″)
584x584x50 (23″)
508x508x50 (20″)
432x432x50 (17″)
381x381x50 (15″)
305x305x50 (12″)
228x228x50 (9″)
178x178x50 (7″)
Sifat fisik
Bahan utama: Al₂O₃
Suhu kerja: ≤1100℃
warna: Putih
Kepadatan lubang: 10/20/30/40/50/60 PPI (PPI = aperture per inch)
Porositas (%): 78 90
Kekuatan tekan (MPa): ≥1,0 (suhu kamar)
Kepadatan volume (g/cm³): 0,35 atau 0,45
Ketahanan terhadap guncangan termal: ≥2 kali/800℃–suhu kamar
Industri pengecoran merupakan salah satu sektor yang paling banyak menggunakan filter keramik berbusa. Fungsinya adalah mengubah cairan logam yang bergejolak dan bergelombang menjadi cairan logam yang stabil, seragam, dan bersih setelah melewati lubang-lubang sarang lebah pada keramik berbusa tersebut.
Dengan demikian, tingkat limbah pengecoran akibat cacat pengecoran seperti inklusi non-logam dapat dikurangi secara signifikan, sehingga menghemat biaya produksi.
Aluminium Cff menggunakan busa poliuretan sebagai media pembawa dan direndam dalam bubur keramik yang terbuat dari bubuk keramik, bahan pengikat, bahan pembantu sintering, bahan penstabil suspensi, dan sebagainya.
Kemudian peras sisa bubur keramik tersebut, sehingga bubur keramik tersebut melapisi kerangka pembawa secara merata hingga membentuk benda setengah jadi.
Bahan dasar berwarna hijau tersebut dikeringkan dan disinter pada suhu tinggi. Proses ini juga dikenal sebagai metode impregnasi busa organik, dan saat ini merupakan proses produksi keramik busa yang umum digunakan di dalam negeri.
Filter keramik busa alumina merupakan salah satu cabang penting dari tiga kategori keramik busa (alumina, silikon karbida, zirkonia), dan juga merupakan jenis keramik busa yang paling awal dikembangkan. Filter ini banyak digunakan dalam industri pengecoran aluminium dan paduan logam. .
Saat ini, seiring dengan terus meningkatnya persyaratan kinerja produk aluminium dan paduan aluminium, persyaratan baru terus diajukan terkait penyaringan cairan aluminium, yang menuntut karakteristik pengecoran seperti kemurnian tinggi, sedikit endapan, dan laju aliran cairan aluminium yang lancar. Hal ini bertujuan agar produk aluminium memiliki sifat fisik dan kimia serta kinerja pemesinan yang lebih baik, sehingga dapat memenuhi kondisi penggunaan yang lebih ketat dan mencapai tujuan memperpanjang masa pakai produk aluminium.
Setiap proses teknologi dalam produksi keramik berbusa berdampak pada kualitas produk keramik berbusa, di mana bahan baku utama, pengolahan spons, dan proses sintering memiliki pengaruh terbesar terhadap kualitas produk. Proses penyemprotan terutama memengaruhi kualitas dan penampilan produk, dan pada saat yang sama, proses ini juga memiliki pengaruh tertentu terhadap kualitas internal produk.
















Sorry, the comment form is closed at this time.