22 Agustus Tambang Bauksit Kalimantan Barat, Indonesia
Tambang Bauksit Kalimantan Barat, Indonesia
Pabrik pengolahan bauksit pertama di Kalimantan Barat, Indonesia, telah secara resmi memulai operasi percobaan. Pabrik pengolahan bauksit tersebut didirikan oleh perusahaan pertambangan Indonesia, Antam. Saat ini, pabrik tersebut merupakan pabrik pengolahan bauksit pertama di Indonesia dan di seluruh Asia Tenggara. Pabrik pengolahan bauksit berskala besar di kawasan tersebut.
Pabrik pengolahan ini didirikan bersama oleh Antam dari Indonesia dan ShowaDenko dari Jepang, di mana Antam memegang 80% saham. Pabrik ini terutama menggunakan bauksit untuk diolah menjadi aluminium kimia. Produksi pada tahap uji coba hanya mencapai 70% dari total produksi. Setelah semua operasi berjalan penuh, produksi tahunan akan mencapai 300.000 ton, dan konsumsi bauksit per tahun akan mencapai sekitar 850.000 ton. Di antaranya, sekitar 200.000 ton aluminium kimia akan diekspor ke Jepang, sedangkan sisanya akan dijual ke pasar domestik dan negara-negara lain.
Saat ini, dalam pendapatan operasional Antam, pendapatan dari emas mencapai 49% dan nikel sebesar 48%. Namun, akibat lesunya pasar nikel global, tingkat kontribusi nikel diperkirakan akan menurun. Menurut Antam, nilai ekspor bauksit setelah diolah mencapai 10 kali lipat dari nilai ekspor bijih mentah, dan karena ekspor bahan baku dikendalikan, hal ini juga bermanfaat bagi pelestarian lingkungan. Diperkirakan kontribusi perusahaan terhadap perusahaan akan mencapai 15-20% setelah beroperasi penuh.
Aluminium kimia terutama digunakan dalam produksi komponen elektronik, bahan bangunan, sirkuit terpadu, layar kristal cair, serta produk-produk lainnya.
Filter Keramik Busa Al₂O₃,Filter Foundry,Filter Busa Aluminium Keramik Anti-Getaran merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses peleburan aluminium.












Sorry, the comment form is closed at this time.