3 Desember Flux untuk Pemurnian Logam Cair Paduan Aluminium
Flux untuk Pemurnian Logam Cair Paduan Aluminium
Terdapat berbagai jenis fluks pemurnian lelehan paduan aluminium yang digunakan dalam proses peleburan paduan aluminium, yang dapat dibagi menjadi dua jenis: agen penutup (fluks untuk mencegah oksidasi dan penguapan lelehan) dan agen pemurnian (gas untuk menghilangkan gas dan inklusi). Agen penutup berbeda dengan agen pemurnian. Namun, setiap fluks yang digunakan dalam proses peleburan paduan aluminium harus memenuhi syarat-syarat berikut.
1. Titik lelehnya harus lebih rendah daripada suhu leleh paduan aluminium.
2. Berat jenisnya harus lebih kecil daripada berat jenis paduan aluminium.
3. dapat menyerap dan melarutkan inklusi dalam cairan logam serta dapat menghilangkan gas dari cairan logam tersebut.
4. Tidak boleh bereaksi secara kimia dengan logam dan lapisan tungku. Jika bereaksi dengan logam, reaksi tersebut hanya boleh menghasilkan gas-gas inert yang tidak larut dalam logam, dan bahan pelebur tersebut harus tidak larut dalam logam cair.
5. Sifat higroskopisnya kecil dan tekanan uapnya rendah.
6. tidak boleh mengandung atau menghasilkan zat-zat pengotor dan gas yang berbahaya.
7. Harus memiliki viskositas dan kelancaran yang sesuai.
8. Mudah diproduksi: harganya murah.
Dosis Fluks dalam Proses Pemurnian Logam Cair Paduan Aluminium
Saat melakukan peleburan skrap paduan aluminium, kualitas skrap tersebut bervariasi, dan takaran bahan penutup serta bahan pemurniannya pun berbeda-beda.
Penggunaan Fluks dalam Proses Pemurnian Logam Cair Paduan Aluminium
Metode-metode berikut ini umumnya digunakan dalam produksi fluks pemurnian logam cair paduan aluminium
1. Logam cair dimurnikan dalam wadah tuang. Pertama, satu bungkus bahan pelebur dimasukkan ke dalam wadah tuang, kemudian logam cair dituangkan ke dalamnya dan diaduk secara menyeluruh untuk memperluas luas permukaan kontak antara keduanya.
2. Logam cair tersebut dimurnikan dalam tungku induksi. Bahan pelebur dimasukkan ke dalam tungku induksi, dan bahan pelebur serta logam cair tersebut dicampur secara merata melalui aksi pengadukan yang dihasilkan oleh medan magnet induksi guna mencapai tujuan pemurnian.
3. Pemurnian dalam wadah tuang atau dalam tungku yang dilengkapi pengaduk untuk mendispersikan fluks secara mekanis ke dalam cairan logam.
4. Logam cair tersebut dimurnikan dalam alat pengaduk bermedan magnet. Metode ini memanfaatkan gaya elektromagnetik untuk secara terus-menerus mengalirkan logam cair ke antarmuka fluks-logam guna mencapai kontak aktif antara logam cair aluminium dan fluks. Semakin tinggi kecepatan putaran logam cair, semakin baik pula hasil pemurniannya.
5. Pemurnian dengan fluks listrik. Metode ini bertujuan untuk memurnikan logam cair secara terus-menerus melalui lapisan fluks yang diberi medan listrik (pada antarmuka logam-fluks).

















Aluminium daur ulang akan digunakan untuk obor Olimpiade
Posted at 08.42, 30 Januari[…] Aluminium daur ulang akan digunakan untuk obor Olimpiade dengan bahan pengikat Adtech […]